Indonesia dan Jepang Bahas Isu Strategis G20 dalam Pertemuan Bilateral

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.(Dok.Kemendag)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 11 Januari 2022 | 12:50 WIB

Sariagri - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengadakan pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Koichi Hagiuda. Dalam pertemuan itu, sejumlah isu prioritas G20 dibahas termasuk pemulihan ekonomi global yang tangguh dan berkelanjutan.

Lutfi mengatakan Indonesia mengundang Jepang untuk bekerja sama dalam mengarusutamakan agenda perdagangan, investasi dan industri bagi percepatan pencapaian pembangunan berkelanjutan (SDGs).

"Hal ini merupakan perwujudan dukungan nyata terhadap pemulihan ekonomi global yang tangguh dan berkelanjutan yang sejalan dengan tema utama Presidensi G20 Indonesia 'Recover Together, Recover Stronger'. Kebijakan perdagangan dan pemulihan ekonomi harus mengedepankan prinsip no one left behind yang memberikan manfaat bagi semua pihak," ujar Lutfi, Senin (10/1/2021).

Kunjungan Menteri Koichi Hagiuda ke Indonesia merupakan pertama kali setelah dirinya dilantik pada 4 Oktober 2021. Hal yang disoroti kedua menteri dalam pertemuan bilateral yaitu Presidensi G20 Indonesia, perundingan protokol perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) serta isu hambatan dan potensi kerja sama perdagangan kedua negara.

"Kami sepakat untuk mendorong penyelesaian perundingan protokol perubahan IJEPA. Kami meyakini, cakupan perjanjian yang komprehensif akan mengangkat hubungan ekonomi ini ke jenjang yang lebih tinggi. Ini akan mendorong proses modernisasi perekonomian Indonesia, mengingat Jepang memiliki keunggulan, khususnya pada sektor industri otomotif, elektronik, dan manufaktur," jelas Lutfi.

Selain itu, kedua menteri menyambut baik implementasi Persetujuan RCEP pada 1 Januari 2022 bagi 10 negara anggota RCEP dan 1 Februari 2022 bagi Korea serta mendorong Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mempercepat penyelesaian ratifikasi RCEP.

Lutfi mengatakan sebagai inisiator dan Ketua Perundingan RCEP, Indonesia berkomitmen tinggi mempercepat ratifikasi persetujuan itu.

"Diharapkan proses ratifikasi akan dapat diselesaikan pada kuartal I tahun ini dan diimplementasikan pada pertengahan 2022," kata Lutfi.

Lutfi berharap implementasi persetujuan RCEP nantinya dapat mendorong upaya pemulihan ekonomi kawasan dan global akibat pandemi COVID-19.

Baca Juga: Indonesia dan Jepang Bahas Isu Strategis G20 dalam Pertemuan Bilateral
Atase Perdagangan Kairo Fasilitasi Ekspor Kopi ke Mesir dengan Potensi Transaksi Rp77,5 Miliar



Untuk diketahui, dalam hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Jepang, negeri sakura merupakan sumber investasi asing langsung ke-4 bagi Indonesia dengan nilai investasi 2,58 miliar dolar AS yang meliputi 8.817 proyek.

Pada periode Januari - November 2021, kinerja ekspor Indonesia ke Jepang tercatat 16 miliar dolar AS, meningkat 17,13 persen dari periode sama tahun sebelumnya. Produk utama yang diekspor ke Jepang antara lain batu bara, sisa dan skrap dari logam mulia, petroleum gas, nikel matte dan kabel berinsulasi. 

Video terkait:

Video Terkait