Harga Telur dan Minyak Masih Melambung, Pemda Lombok Barat Gencarkan Pasar Murah

Suasana Pasar Murahyang digelar Pemda Lombok Barat. (Foto Sariagri/Yongki)

Editor: M Kautsar - Rabu, 12 Januari 2022 | 21:30 WIB

Sariagri - Belum stabilnya harga bahan pokok seperti minyak goreng dan telur berdampak terhadap fluktuasi ekonomi masyarakat yang kian menurun, karena nilai produksi yang meningkat dan tidak selaras dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Guna menjaga agar harga bahan pokok ini bisa cepat stabil, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok barat terus menggencarkan pasar murah sebagai upaya menekan harga bahan pokok. Pasar murah digelar pemerintah di beberapa wilayah hingga ke pelosok desa.

"Pertama tentu untuk membantu perekonomian masyarakat karena kita lihat banyak harga sembako ini yang agak naik harganya," ucap Sumiatun, Wakil Bupati Lombok Barat saat ditemui Sariagri di pasar murah Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, pada Selasa (11/1).

Pihaknya berharap adanya pasar murah tidak hanya berpengaruh terhadap kestabilan harga bahan pokok, namun juga berdampak pada daya beli masyarakat di Lombok barat yang masih rendah.

"Kita berharap dengan kita berkoordinasi dengan Kepala OPD dan perusahaan maka pasar murah bisa tetap kita lakukan untuk membantu perekonomian masyarakat," ujarnya.

Sumiatun berharap Tim Pengendali lnflasi Daerah (TPID) Lobar terus memantau perkembangan harga bahan kebutuhan pokok masyarakat, sekaligus melaksanakan berbagai langkah dalam rangka mengendalikan kenaikan harganya agar tetap terjangkau oleh kemampuan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu instrumen pasar dari Pemkab Lobar khususnya TPID-nya dalam mengendalikan harga sembako serta membantu daya beli masyarakat," jelasnya.

Tidak hanya menggelar pasar murah, pihaknya juga melakukan survei pasar dengan turun langsung ke sejumlah pasar tradisional dalam rangka memonitor harga kebutuhan masyarakat khususnya sembako.

Dari hasil pantauan, harga minyak terbilang masih melambung diangka Rp20 ribu per liternya, sementara harga telur juga masih tinggi seharga Rp50 ribu per liternya.

“Beberapa bahan kebutuhan pokok masyarakat memang mengalami kenaikan harga, namun yang lainnya justru ada yang harganya menurun," terangnya.

Ditambahkannya, hasil kunjungannya ini selanjutnya akan menjadi masukan dan bahan evaluasi bagi TPID Lobar dalam melaksanakan berbagai upaya yang mampu mengendalikan kenaikan harga sembako serta mendukung daya beli masyarakat.

Baca Juga: Harga Telur dan Minyak Masih Melambung, Pemda Lombok Barat Gencarkan Pasar Murah
Pemprov DKI Prediksi Harga Cabai dan Telur Turun Bulan Depan



"Saya rasa tingkat harga sembako ini masih pada taraf wajar dan terjangkau oleh daya beli masyarakat Lobar," tutupnya.

Video terkini:

Video Terkait