Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang Gorengan di Lombok Terancam Gulung Tikar

Suasana para pedagang gorengan di Lombok . (Sariagri/yongki)

Editor: Dera - Kamis, 13 Januari 2022 | 10:45 WIB

Sariagri - Sejumlah pedagang gorengan di sepanjang Jalan Raya Desa Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluhkan harga minyak goreng yang terus melambung tinggi.

Jika biasanya minyak goreng dibeli para pedagang gorengan seharga Rp12 ribu per liternya, kini harga minyak goreng naik menjadi Rp20 ribu per kilogramnya.

H. Budi, salah seorang pedagang gorengan di jalur utama yang menghubungkan dua kabupaten itu mengaku khawatir jika harga minyak goreng tak kunjung stabil, karena selain mengalami kerugian, nilai produksi gorengan yang ia harus siapkan juga cukup besar.

Artinya, para pedagang tidak hanya dihadapkan dengan mahalnya biaya produksi, tingginya harga minyak goreng membuat mereka terancam gulung tikar karena merugi.

"Kalau terus menerus seperti ini tidak hanya pendapatan kita yang menipis, tapi kita pasti gulung tikar," ucapnya.



H. Budi dan para pedagang gorengan yang lain khawatir mereka tidak akan bisa bertahan, mengingat sejak sepekan terakhir mereka juga mengalami sepi pembeli.

"Sekarang pembeli kita juga sepi karena musimnya ini yang tidak menentu," imbuhnya.

Melambungnya harga minyak goreng sejak lima bulan terakhir diharapkan agar segera di stabilkan oleh pemerintah, agar ekonomi masyarakat bisa segera pulih.

Menanggapi hal ini, Sekertaris Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok barat Lalu Agha Farabi mencoba berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan distribusi minyak di daerah agar harga bisa cepat stabil.

"Ini yang sedang kami konfirmasi ke provinsi kira-kira langkah kebijakan pusat untuk kestabilan harga, intervensinya seperti apa itu yang coba kita koordinasikan," jelasnya.

Menurut Agha, harga minyak goreng fluktuasinya pasang surut karena dari hulu (pabrik) belum bisa mengakomodir kebutuhan di daerah, sehingga sering kali harga minyak mengalami kenaikan.

"Kalau minyak goreng memang fluktuatif terus dia, karena memang kondisi dari hulunya seperti itu," ujarnya.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang Gorengan di Lombok Terancam Gulung Tikar
'Migor 14 Ribu' Jaga Keterjangkauan Harga Minyak Goreng Bagi Masyarakat



Untuk menjaga agar harga minyak tetap stabil, pemerintah daerah menginginkan agar pusat tidak hanya mematok harga eceran tertinggi (HET) namun juga menjaga distribusi minyak ke daerah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami akam tetap berkoordinasi nanti kedepannya," tutup Agha. 

Video Terkait