Harga Minyak Goreng di Wilayah Ini Tembus Rp24.000 per Liter, Pendagang dan Konsumen Resah

Warga membeli minyak goreng dalam kegiatan operasi pasar yang dilakukan Pemprov Sumsel. (Foto Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 14 Januari 2022 | 15:40 WIB

Sariagri - Kenaikan harga minyak goreng secara terus menerus yang terjadi di sejumlah pasar tradisional wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dikeluhkan sejumlah pedagang dan konsumen.  Bahkan meroketnya harga minyak goreng ini dinilai menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha para penjual jajanan gorengan.

Pedagang kecil jajanan gorengan keberatan dengan harga minyak goreng kemasan yang saat ini telah tembus di angka Rp24.000 per liter.

“Jelas memberatkan bagi kami pelaku usaha kecil. Harga minyak goreng ini terus naik, dari 3 bulan lalu awalnya Rp12.000 per liter, naik Rp2.000 tiap 3 hari sekali menjadi Rp14.000, kemudian naik lagi Rp16.000 per liter dan sekarang sudah mencapai Rp24.000 per liter,” keluh pedagang jajanan gorengan di pasar tradisional Ngawi, Sriyatun kepada Sariagri, Jumat (14/1/2022).

Akibat kondisi ini, usahanya terus mengalami kerugian. Jika pemerintah tidak segera membantu para pedagang kecil yang mengantungkan usaha dari bahan utama minyak goreng, dipastikan banyak diantara mereka yang terpaksa gulung tikar.

“Sudah banyak yang mulai tutup tidak mampu berjualan lagi. Itu pak Sarmin jualan roti goreng, tutup. Kemudian Bu Atun jual pisang goreng juga tutup. Mungkin sekitar belasan pedagang sudah gulung tikar. Ini tinggal saya dan beberapa penjual jajanan gorengan yang masih bertahan,” bebernya.

Sementara itu, sejumlah pedagang sembako juga merasa iba dan kasihan dengan nasib para penjual gorengan yang nasibnya terancam akibat mahalnya harga minyak goreng. Para pedagang sembako eceran ini pun terpaksa menjual minyak goreng mahal karena kulakannya juga sudah harga tinggi.

“Dari sananya harga kulakannya sudah mahal, diatas Rp22.000 per liter, jadi terpaksa ecerannya juga saya jualan Rp24.000. sebetulnya kasihan juga dengan para penjual gorengan itu. Tapi mau gimana lagi, saya juga belum berani kulakan lagi. Karena dari agen katanya harga minyak goreng akan naik terus,” aku salah seorang pedagang sembako eceran, Suyadi.

Meski harga minyak goreng di pasaran terus naik, hingga kini belum ada upaya pasti dari Pemkab Ngawi untuk membantu menstabilkan harga jual.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi, Yusuf Rosyadi mengaku belum bisa berbuat banyak menyikapi tingginya harga minyak goreng di pasaran saat ini.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Wilayah Ini Tembus Rp24.000 per Liter, Pendagang dan Konsumen Resah
Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil, Menko Airlangga Sidak Pasar Wonokromo Surabaya



Pihaknya mengaku telah mencoba berkordinasi dengan Bulog namun stoknya kosong. Selain itu, ia telah melakukan komunikasi dengan pihak distributor minyak goreng juga mengalami keterbatasan stok. Selain itu langkah operasi pasar juga masih belum bisa dilakukan karena sulitnya pasokan minyak goreng.

“Kami sudah berkordinasi dengan bulog, ternyata di gudang stok kosong. Kemudian upaya mendatangi distributor, kami liat stoknya juga menipis. Semoga saja dalam waktu dekat ada bantuan dan respon bulog untuk menyediakan operasi pasar,” tandas Kepala DPPTK Ngawi, Yusuf Rosyadi.

Yusuf memastikan melalui bidang perdagangan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi harga minyak goreng di pasaran. Jika kondisi harga terus melambung tinggi maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim agar ada upaya bantuan operasi pasar.

“Dalam waktu dekat kami akan berkordinasi dengan pemprov untuk menggelar operasi pasar minyak goreng,” pungkasnya.

Video Terkait