Kinerja Ekspor Industri Pengolahan Desember 2021 Paling Positif

lustrasi: Ekspor perdana komoditas perikanan dari Manado, Sulawesi Utara, ke Jepang. (Dok. KKP)

Penulis: Yoyok, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 17 Januari 2022 | 20:10 WIB

Sariagri - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja industri pengolahan pada Desember 2021 tercatat paling subur. Hal itu terlihat dari capaian ekspor yang mencatatkan pertumbuhan positif dibandingkan sektor lainnya.

Kepala BPS, Margo Yuwono, mengatakan realisasi ekspor produk industri pengolahan pada periode itu sebesar 17,08 miliar dolar AS. Angka ini tumbuh 5,06 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan tumbuh 32,28 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Yang tumbuh tinggi komoditas nikel 64,37 persen kenaikannya, minyak kelapa sawit juga naik 19,97 persen dan pakaian jadi dari tekstil naik 17,47 persen," ujar Margo di Jakarta Senin (17/1).

Sementara itu ekspor sektor lainnya mengalami penurunan pada akhir tahun lalu. Sektor migas terjadi penurunan 17,93 persen mtom menjadi 1,09 miliar dolar AS. Kemudian sektor pertanian, kehutanan dan perikanan turun 6,52 persen menjadi 0,40 miliar dolar AS. Lalu untuk sektor pertambangan turun 21,30 persen mtom menjadi USD3,80 miliar.

Jika dilihat dari struktur ekspor menurut sektornya, ekspor pada Desember 2021 didominasi oleh produk non migas yang mencapai 95,11 persen dari total ekspor sebesar 22,38 miliar dolar AS. Secara sektoral industri pengolahan berkontribusi 76,34 persen dari total ekspor.

Selanjutnya sektor tambang memberikan andil sebesar 16,98 persen. Sedangkan untuk sektor migas berkontribusi sebesar 4,89 persen. "Kemudian untuk sektor pertanian hanya sebesar 1,79 persen (andilnya) terhadap total ekspor," jelas Margo.

Neraca Perdagangan Desember 2021 Kembali Surplus

Sementara itu, terkait neraca perdagangan bulan Desember 2021, BPS mengumumkan kembali surplus sebesar 1,02 miliar dolar AS. Sementara neraca perdagangan secara kumulatif sejak Januari-Desember 2021 terjadi surplus sebesar 35,34 miliar dolar AS.

Margo Yuwono, menjelaskan surplus perdagangan ini terbentuk karena tingginya nilai ekspor dibandingkan impor baik secara bulanan maupun secara kumulatif. Surplus tersebut cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Desember ini surplus lagi, kalau ditarik ke belakang surplus yang terjadi ini adalah selama 20 bulan berun,” katanya.

Tercatat nilai ekspor pada bulan Desember 2021 sebesar 22,38 miliar dolar AS. Jika dibandingkan bulan November 2021 (mtm) turun tipis -2,04 persen dimana pada periode itu nilai ekspornya sebesar 22,84 miliar dolar AS.  Sementara itu ekspor pada Desember 2021 jika dibandingkan periode Desember 2020 (yoy) mengalami kenaikan signifikan sebesar 35,30 persen. Tercatat pada periode itu nilai ekspornya sebesar 16,54 miliar dolar AS.

"Kinerja ekspor kita pada Desember ini masih cukup bagus jika dibandingkan Desember 2020 yang naik 35,30 persen," sambung Margo.

BPS mencatat kinerja ekspor sejak Januari-Desember 2021 mencapai 231,54 miliar dolar AS. Ekspor kumulatif ini terjadi kenaikan sebesar 41,88 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar 163,19 miliar dolar AS.

Baca Juga: Kinerja Ekspor Industri Pengolahan Desember 2021 Paling Positif
Kemendag Ungkap Faktor yang Pengaruhi Kesuksesan SRG di Daerah

Untuk kinerja impor pada periode tersebut tercatat sebesar 21,36 miliar dolar AS. Angka ini juga naik sebesar 10,51 persen (mtom) sebesar 19,33 miliar dolar AS. Sedangkan secara tahunan mengalami kenaikan 47,93 persen dimana saat itu nilai impornya mencapai 14,44 miliar dolar AS.

Sementara untuk nilai impor kumulatif pada periode tersebut sebesar 196,20 miliar dolar AS atau mengalami peningkatan 38,59 persen dibandingkan periode di tahun 2020 yang mencapai 141,57 miliar dolar AS. Sedangkan impor nonmigas tercatat 170,67 miliar dolar AS meningkat 34,05 persen jika dibandingkan tahun 2020, jadi impor kita juga meningkat cukup tinggi baik secara total atau khusus nonmigas.

Video Terkait