Harga Minyak Goreng di Daerah Ini Masih Tinggi Rp17.500 per Liter, Produsen Kerupuk Rumahan Meradang

Produsen kerupuk di Madiun. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 20 Januari 2022 | 16:35 WIB

Sariagri - Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan satu harga minyak goreng turun terhitung sejak Rabu (19/1/2022) menjadi Rp14.000 per liter untuk penjualan ritel.

Kendati demikian, aturan tersebut belum sepenuhnya di jalankan di daerah. Seperti di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Harga minyak goreng khususnya curah masih tinggi di kisaran Rp17.500 per liter.

Masih tingginya harga minyak goreng curah ini, membuat pelaku usaha kerupuk setempat meradang. Beban berat biaya produksi akibat mahalnya harga minyak goreng ini, salah satunya  dirasakan Pariman (55 tahun), produsen kerupuk di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Setiap hari untuk dapat menggoreng 2 kuintal kerupuk dibutuhkan minyak goreng curah sebanyak 75 kilogram. untuk menekan kerugian yang lebih besar, ia terpaksa memperkecil ukuran.

Bahkan demi mempertahankan denyut nadi usaha, ia terpaksa mengencangkan ikat pinggang dengan melakukan pengurangan pekerja, dari sebelumnya 13 orang kini tinggal 7 orang saja.

“Meskipun ukuran diperkecil, hasil penjualan juga tetap tidak bisa menutup biaya operasional termasuk membayar pekerja. Akibatnya dari 12 karyawan, 6 orang sudah saya berhentikan dan sekarang tinggal 7 pekerja saja,” keluh, produsen kerupuk rumahan, Pariman kepada Sariagri, Kamis (20/1/2022).

Ia menjelaskan saat harga masih normal, dalam 1 minggu, biasa membeli sebanyak 5 drum minyak goreng curah. Per drum berisi 200 liter atau sekitar 180 kilogram. Namun karena saat ini harga melambung tinggi, ia terpaksa mengurangi belanja minyak goreng menjadi 1 drum per minggunya.  

“Karena tidak kuat memikul harga minyak yang mahal terpaksa saya cuma mampu beli 1 drum, padahal biasanya untuk kebutuhan per minggu saya beli 5 drum,” akunya.

Harga per drum minyak goreng curah, saat ini masih bertahan dikisaran Rp3,5 juta atau jika dihitung perliter mencapai Rp17.500.  

“Harga minyak goreng curah sebelumnya per drum sekitar Rp2.750.000. Mahalnya harga minyak goreng curah yang terjadi hampir 3 bulan ini, nyaris membuat usaha kerupuk di tempat saya gulung tikar, karena keuntungannya tipis sekali. Bahkan 1 bulan terakhir terus tombok atau merugi,” kata dia.   

Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Daerah Ini Masih Tinggi Rp17.500 per Liter, Produsen Kerupuk Rumahan Meradang
Stabilkan Harga, Daerah Ini Siapkan Operasi Minyak Goreng

Sementara disinggung kebijakan pemerintah yang memberlakukan aturan minyak goreng 1 harga, per liter Rp14.000 menurutnya masih termasuk mahal dan memberatkan perajin.

“Kalau saya bilang harga Rp14.000 per liter masih mahal, apalagi yang saya beli kemarin ini Rp17.500 termasuk juga masih tinggi. Harga ideal minyak goreng bagi pelaku usaha kecil rumahan seperti dirinya, harusnya dikisaran Rp10.000 atau maksimalnya Rp12.000 per liter,” tandasnya.

Video terkait:

Video Terkait