Mau Bisnis Ekspor Sarang Burung Walet? Simak Dulu Tahapan Ini

Ilustrasi sarang burung walet. (pertanian.go)

Editor: Dera - Jumat, 21 Januari 2022 | 12:20 WIB

Sariagri - Sarang burung walet (SBW) merupakan salah satu komoditas ekspor primadoa Indonesia yang terus digenjot produksinya. Meski kualitas SBW Indonesia merupakan terbaik di dunia, namun persyaratan negata tujuan eskpor tetap ketat. 

Dalam menggenjot ekspor produk Sarang Burung Walet, Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus mengupayakan pendampingan kepada eksportir, seperti yang dilakukan Karantina Pertanian Cilacap baru-baru ini.

Karantina Pertanian Cilacap memberi pendampingan kepada CV. ANI, di mana merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pencucian SBW. Pendampingan tersebut untuk mensosialisasikan regulasi terkait kebijakan ekspor khusus SBW.

"Kegiatan pendampingan untuk mensosialisasikan Permendag Nomor 19 Tahun 2021 tentang Kebijakan Ekspor Khusus Komoditas Sarang Burung Walet dan Permentan Nomor 26 Tahun 2020 tentang Tindakan Karantina Hewan Terhadap Pemasukan atau Pengeluaran Sarang Burung Walet ke dan dari dalam Wilayah NKRI," ujar Pejabat Karantina Hewan, Agus Wasana seperti dikutip dari Barantan, Jumat (21/1/2022).

Agus mengungkapkan melalui peraturan tersebut, perusahaan yang boleh melakukan ekspor Sarang Burung Walet hanyalah perusahaan yang telah terdaftar sebagai eksportir oleh Kementerian Perdagangan.

"Terbitnya peraturan tersebut maka para eksportir tujuan selain negara Tiongkok harus memenuhi persyaratan ekspor yaitu telah terdaftar sebagai Eksportir Terdaftar (ET) di sistem Kementrian Perdagangan," ungkapnya.

Lebih lanjut Agus menyatakan bahwa ET bisa didapatkan oleh pelaku usaha apabila telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner, dan selanjutnya sudah ditetapkan oleh Barantan.

Baca Juga: Mau Bisnis Ekspor Sarang Burung Walet? Simak Dulu Tahapan Ini
Ekspor Benang Pintal Poliester Dari Indonesia ke India Diprediksi Meningkat

"Persyaratan ET dapat dipenuhi apabila perusahaan telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan telah ditetapkan oleh Badan Karantina Pertanian sebagai Tempat Tindakan Karantina (TTK)," pungkasnya.

Dewi selaku wakil dari CV. ANI mengaku terbantu dari informasi yang diberikan otoritas pemerintah melalui Karantina Pertanian Cilacap. Dia berharap kegiatan ekspor perusahaannya nanti bisa berjalan baik dan tak menemui hambatan hingga negera tujuan.

Video Terkait