Pasca Pengumuman Harga Minyak Goreng, Dinas Perdagangan Kota Semarang Lakukan Pengawasan

Minyak goreng murah di toko ritel modern cepat habis. (Sariagri/Dwi Rachmawati)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 21 Januari 2022 | 14:40 WIB

Sariagri - Untuk memastikan penjualan harga minyak goreng sesuai dengan keputusan pemerintah yakni Rp 14 ribu/liternya, Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan pantauan di Pasar Retail Modern, Kamis (20/1/2022).

Hal tersebut menyusul pengumuman Kementerian Perdagangan yakni harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng Rp 14.000 per liternya khusus minyak goreng dalam kemasan yang dijual di toko-toko retail modern.

Kepala Bidang Pasar dan Stabilitas Harga, Dinas Perdagangan Kota Semarang, Sugeng Dilianto mengatakan, mulai Rabu (19/1) pukul 00.00 Menteri Perdagangan RI telah mengeluarkan kebijakan tentang HET minyak goreng dipasaran di seluruh Indonesia yakni Rp 14.000 per liternya.

"Namun, khusus untuk pasar tradisional diberikan waktu penyesuaian selambat-lambatnya 1 minggu dari tanggal pemberlakuan," kata Dili, sapaannya, Kamis (20/1).

Dili menyebut memang harga tersebut masih di khususkan bagi toko retail modern, sementara untuk pasar tradisional akan ditetapkan satu minggu kemudian.

Terkait dengan harga minyak goreng curah di Pasar Tradisional pun, Dili mengaku belum ada kebijakan lagi dari pemerintah pusat terkait harganya.

"Ini yang menerapkan harga tersebut baru retail, misalnya Toko ADA menjual merk Bimoli yang harganya Rp 50.000 dan harus di jual Rp 14.000 maka sisanya Rp 36.000 nanti akan diklaim ke Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia dan nanti Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia akan mengklaim lagi ke Asosiasi Minyak Sawit," jelasnya.

Dili mengatakan harga tersebut diberlakukan hingga harga minyak goreng di pasaran stabil. Harga tersebut juga berlaku untuk semua merk minyak goreng kemasan seperti Bimoli, Filma, Kunci Mas dan lain sebagainya.

Pihaknya juga mengatakan untuk satu orang konsumen hanya diperbolehkan membeli sebanyak dua liter minyak kemasan. Diharapkan dengan cara ini tidak ada masyarakat yang menimbun sehingga tidak terjadi kelangkaan minyak goreng.

"Program ini sampai harga stabil karena sekarang masih tinggi harganya, ini kan salah satu cara menstabilkan harga minyak goreng dengan cara operasi pasar seperti itu," terangnya.

Terkait jika ada oknum yang menimbun minyak goreng, Dili mengaku selalu mengadakan monitoring ke lapangan untuk memastikan tidak ada produsen yang menimbun minyak goreng. Bahkan jika ada yang ketahuan menimbun, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang Pangan.

"Kami selalu adakan monitoring sehingga tidak mungkin ada yang berani menimbun karena kita ada tim monitoring khusus," tuturnya.

Sementara saat ini harga minyak goreng di pasar tradisional yang dipantau dari aplikasi Sistem Informasi Perdagangan Kota Semarang (SIPS), harga minyak goreng per Kamis (20/1) di Pasar Gayamsari, Pasar Simongan dan Pasar Peterongan terpantau Rp 20.000 per liter. Sementara di Pasar Relokasi Johar terpantau Rp 19.500 per liternya.

"Masyarakat bisa memantau harga minyak goreng dan kebutuhan pokok di pasar tradisional melalui SIPS yang bisa di download melalui HP," jelasnya. Baca Juga: Pasca Pengumuman Harga Minyak Goreng, Dinas Perdagangan Kota Semarang Lakukan Pengawasan
Stabilkan Harga, Daerah Ini Siapkan Operasi Minyak Goreng



Dili menyebut regulasi untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak goreng diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 02 Tahun 2022 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2021 Tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor. Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada 24 Januari 2022.

Dalam Permendag tersebut mengatur ekspor Crude Palm Oil (CPO), Refined, Bleached, and Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein), dan Used Cooking Oil (UCO) dilakukan melalui mekanisme perizinan berusaha berupa Pencatatan Ekspor (PE). 

Video Terkait