Siap-siap Indonesia Akan Diserbu Gula Impor, Ternyata Ini Alasannya

Ilustrasi gula (pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Sabtu, 22 Januari 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Harga gula pasir diprediksi bakal segera melandai, karena gula impor akan segera masuk ke pasar. Kini harga rata-rata nasional gula pasir lokal dalam 2 hari terakhir bergerak di atas Rp14.000 per kg, bahkan sempat ke Rp14.200 per kg.

Menukil laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata gula pasir lokal adalah Rp14.050 per kg, naik 0,36% atau Rp50 per kg. Pada sesi pembukaan, harga gula sempat terpantau di Rp14.200. Sedangkan harga gula pasir premium belum bergerak dari rata-rata Rp15.450 per kg.

Sementara itu, pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan kenaikan alokasi impor gula mentah untuk bahan baku gula kristal rafinasi (GKR) dan gula kristal putih (GKP) tak bakal berdampak negatif pada harga jual gula konsumsi petani tebu.

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendag, Isy Karim, mengatakan alokasi impor itu diarahkan untuk mengisi kekurangan stok sebelum musim giling pada pertengahan tahun ini.

“Dalam persetujuan impor juga sudah harus dicantumkan jadwal realisasi importasi sehingga tidak mengganggu harga gula eks tebu,” kata Isy Karim, Jumat (21/1/2020).

Alokasi Impor Gula untuk Stabilkan Harga

Di sisi lain, alokasi impor itu dilakukan untuk menstabilkan kenaikan harga gula yang ikut terkerek akibat inflasi pangan sejak akhir tahun lalu. Isy mengatakan importasi bahan baku gula itu bakal dilakukan pada Februari 2022.

Baca Juga: Siap-siap Indonesia Akan Diserbu Gula Impor, Ternyata Ini Alasannya
Mendag Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok untuk Ramadan dan Lebaran Aman

“Sehingga dapat mencukupi kebutuhan menjelang bulan puasa Ramadhan dan Lebaran dan berakhir sebelum masa giling,” tuturnya.

Disinyalir untuk kenaikan harga gula akibat belum dimulainya musim giling tebu tahun 2022. Musim giling diproyeksikan bakal dimulai pada awal Juni 2022. Selain itu, kenaikan harga gula yang signifikan itu juga mengindikasikan stok gula di pelaku usaha mulai menurun saat memenuhi permintaan selama Hari Raya Natal dan Tahun Baru lalu.

Video Terkait