Pasokan Tak Menentu, Daerah Ini Masih Kesulitan Dapat Minyak Goreng dengan Harga Rp14 Ribu per Liter

Konsumen berburu minyak goreng murah. (Sariagri/ Refky Junaedi)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 28 Januari 2022 | 12:10 WIB

Sariagri -  Pasokan minyak goreng murah yang tidak menentu di pasar ritel modern memicu kelangkaan minyak goreng murah di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pasokan minyak goreng rata-rata hanya 300 pcs per hari di sejumlah ritel, hal ini tak mampu memenuhi kebutuhan minyak goreng konsumen.

Seperti terlihat di sejumlah minimarket di Polewali Mandar, stok minyak goreng 300 pcs per hari langsung habis begitu dipajang di etalase toko. Sementara pasar dan pertokoan tradisional hingga kini belum menyesuaikan ketetapan harga pemerintah Rp14 ribu per liter. Alasannya distributor pemasok minyak goreng ke pedagang pengecer juga tak kunjung turunkan harga.

Warga yang berburu minyak goreng murah ke pasar tradisional tak kunjung menemukan pedagang eceran yang menjual minyak goreng Rp14 ribu per liter. Umumnya pedagang masih menjual dengan harga Rp23 ribu per liter, karena alasan distributor yang memasok ke gerai atau tempat jualannya masih menjual minyak goreng dengan harga lama.

Penanggung jawab salah satu ritel, Alfamidi Aswar mengatakan jatah minyak goreng per hari hanya 300 pcs. Bahkan bagi warga yang berburu minyak goreng harus berebutan karena bisa habis hanya dalam satu jam.

“Stoknya terbatas hanya 300 pcs perhari sementara banyak warga yang datang silih berganti mencari minyak goreng,”jelas Aswar.

Kurangnya pasokan yang datang dibandingkan dengan jumlah permintaan yang berlipat, praktis tidak bisa mencukupi atau memenuhi kebutuhan konsumen di Polewali Mandar setiap harinya. Setiap ada pasokan minyak goreng masuk langsung diserbu warga. Meski pengelola ritel modern membatasi hanya satu pcs per orang, namun tetap saja ludes terjual hanya dalam tempo tak lebih dari satu jam.


Sejumlah warga yang mengaku mengecek toko ritel modern untuk mencari minyak goreng sangat sulit. Mereka hanya menemukan minyak goreng mahal yang terbuat dari bahan kedelai yang mencapai Rp 50 ribu per liter.

Muliani ibu rumah tangga mendatangi sejumlah ritel modern yang di polewali mandar untuk mendapat minyak goreng murah namun semua kosong sejak tiga hari ini .

“Sudah saya cek di sejumlah ritel modern minyak goreng murah 14 ribu per liter kosong, pada hal banyak warga yang sengaja datang mencari karena harganya bedah jauh di pasar tradisional,”ungkap Muliani.

Minat warga beli minyak goreng di minimarket lantaran harga di pasar tradisional jauh bedah untuk pasar ritel modern. Harga minyak goreng kemasan dua liter di swalayan modern hanya Rp 28.000 ribu per dua liter, sementara di pasar tradisional Rp 43.000 hingga Rp 44.000 per dua liter.

Berbeda di ritel-ritel modern, di pasar tradisional di polewali mandar terlihat justru minyak goreng banjir. Di pasar tradisional Pekkabata, Polewali Mandar misalnya, stok minyak goreng berbagai ukuran dan merek dipajang pedagang. Akibat perbedaan harga yang cukup jauh, sebagian masyarakat enggan ke pasar tradisional dan memilih menunggu pasokan minyak goreng murah tiba di pasar modern.

Pedagang minyak goreng di pasar Pekkabata Polewali Mandar, Kamaruddin mengatakan, hingga kini ia tak bisa menjual minyak goreng Rp 14 ribu lantaran distributor yang memasok minyak goreng ke kiosnya juga masih menjual harga lama.Baca Juga: Pasokan Tak Menentu, Daerah Ini Masih Kesulitan Dapat Minyak Goreng dengan Harga Rp14 Ribu per Liter
Hati-hati! 'Pedagang Nakal' yang Jual Minyak Goreng di Atas HET Akan Diproses Hukum



“Tidak mungkin dijual murah, kan distributor yang memasok minyak goreng juga masih menjual harga lama. Kan tidak mungkin dijual murah, pedagangnya jelas rugi,”tutur Kamaruddin.

Melihat kondisi ini, warga berharap kepada pemerintah konsisten menerapkan satu harga minyak goreng sesuai keputusan pemerintah agar minyak goreng bisa dinikmati semua kalangan masyarakat.

Video Terkait