Perdana, Maluku Ekspor 8,5 Ton Pala Organik ke Eropa

Ilustrasi Pala (Pixabay)

Editor: Dera - Sabtu, 29 Januari 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Provinsi Maluku mengekspor pala organik sebanyak 8,5 ton langsung dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon ke Eropa. Ekspor perdana pala oleh PT Kamboti itu dikemas dalam satu kontainer berkapasitas 20 feet senilai Rp1,8 miliar dengan tujuan Pelabuhan Rotterdam di Belanda.

Pelepasan ekspor pala perdana dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadli Lie, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano serta Tim Percepatan Ekspor Maluku, Sabtu (29/1). 

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadli Lie mengatakan, ekspor komoditas dari Maluku beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi karena pandemi COVID-19.

"Ekspor kita beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi, tahun 2020 ekspor cukup baik, tetapi tahun 2021 mengalami penurunan cukup signifikan karena dampak pandemi COVID-19, juga persyaratan ekspor yang lebih sulit," katanya.

Maluku katanya, memiliki komoditas unggulan yang luar biasa dari sisi perkebunan, kehutanan, juga ada ekspor komoditas perikanan.

"Sektor kehutanan kita sudah lima kali melakukan ekspor damar, saat ini muncul lagi andalan kita pala dengan melakukan strategi disertifikasi ekspor ke Eropa," katanya.

Capaian yang diraih ini bukan kerja parsial atau perorangan tetapi sinergi bersama, sehingga lahirlah keberhasilan.

"Hari ini kita bersama menyaksikan ekspor perdana pala ke Eropa, mudah-mudahan ke depan kita dapat mendorong sinergi demi mewujudkan visi pemerintah Maluku," katanya.

Antara melansir, Pemprov Maluku mendorong seluruh masyarakat dapat memenuhi persyaratan ekspor yang dipersyaratkan oleh negara tujuan.

Baca Juga: Perdana, Maluku Ekspor 8,5 Ton Pala Organik ke Eropa
50 Ton Palawijaya Indonesia Penuhi Pasar Mesir

Peluang pasar ekspor katanya, sangat luas bagaimana pemerintah bersama pelaku usaha mampu berinovasi untuk mencari peluang ekspor ke negara lain.

"Semoga kegiatan ekspor hari ini dapat mendorong semangat bukan saja petani pala atau komoditas lainnya, tetapi yang paling utama adalah para eksportir dan seluruh pemangku kepentingan," kata Sadli Lie.

Video Terkait