Karena Hal Ini, Biji Labu Gongseng Asal Cina Gagal Masuk Bengkulu

Ilustrasi biji labu. (pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 10 Februari 2022 | 14:40 WIB

Sariagri - Maraknya perdagangan komoditas pertanian secara daring menjadi bentuk nyata dari mudahnya bertransaksi. Jasa pengiriman antar negara tentu menjadi alternatif bagi para penjual untuk mengirim barang pesanan konsumen, salah satunya melalui layanan Pos.

Karantina Pertanian Bengkulu bekerjasama dengan Bea Cukai Pos Lalu Bea menggagalkan 6,27 kilogram labu gongseng asal Cina. Larangan (tegahan) biji labu ini dikarenakan tidak adanya dokumen asal dan juga dokumen karantina dari negara asal yang menyertai komoditas tersebut.

Penanggungjawab Wilayah Kerja Kantor Pos Bengkulu, Andri Rakasiwi mengatakan bahwa penahanan ini pertama kalinya di tahun 2022. Sebelumnya, kata dia, beberapa kali pihak karantina pertanian dan bea cukai melakukan tegahan terhadap komoditas pertanian tidak berdokumen.

Baca Juga: Karena Hal Ini, Biji Labu Gongseng Asal Cina Gagal Masuk Bengkulu
Diserbu Kenari Impor dari Cina, Ribuan Petani di Kashmir Merana

“Untuk saat ini terhadap biji labu menjadi barang tegahan dalam pengamanan Bea Cukai. Terhadap fisik barang tadi secara bersama-sama sudah kita lakukan pemeriksaan,” ujarnya seperti dikutip dari Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kamis (10/2/2022).

Biji labu gongsen asal Cina gagal masuk Bengkulu. (Barantan)
Biji labu gongsen asal Cina gagal masuk Bengkulu. (Barantan)

Penggagalan pemasukan komoditas impor tanpa dokumen tersebut berhasil dilakukan berkat koordinasi serta kerjasama yang harmonis dan sinergi antara Karantina Pertanian Bengkulu, Bea Cukai, dan Kantor Pos Induk Bengkulu. Dukungan dari instansi terkait dan masyarakat sangat berarti bagi upaya menjaga bumi pertiwi dari ancaman OPTK dan HPHK.

Video Terkait