Perdana, 65,7 Ton Yoghurt Santan Diekspor ke Cina

Ilustrasi - Santan kelapa.(Pxfuel)

Editor: M Kautsar - Kamis, 17 Februari 2022 | 14:40 WIB

Sariagri - Karantina Pertanian Tanjung Priok baru-baru ini melakukan rangkaian tindak karantina berupa pemeriksaan sekaligus sertifikasi, terhadap 65,7 ton yoghurt santan senilai Rp1,5 miliar yang hendak diekspor ke negara tujuan Cina.

Berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST Badan Karantina Pertanian (Barantan), komoditas pertanian ini untuk pertama kalinya diekspor keluar negeri. Artinya yoghurt ini merupakan produk ekspor baru.

Kepala Karantina Pertanian Tanjung Priok, Hasrul menyampaikan apresiasinya pada eksportir yang mampu memberikan nilai tambah pada produk pertanian dalam negeri dan pihaknya terus mendorong serta memfasilitasi para pelaku usaha dalam menggali potensi-potensi ekspor yang ada.

“Kami berharap, agar kedepannya semakin terus terjadi peningkatan baik itu peningkatan produksi dan peningkatan ragam diversifikasi produk pertanian yang dieskpor hingga dapat menambah nilai dagang produk pertanian Indonesia," ujarnya Rabu, (16/2/2022).

Pejabat karantina pertanian, Alfred menjelaskan pemeriksaan pada yoghurt dilakukan di gudang pemilik di Kawasan Industri Cileungsi. Dikatakannya, produk sudah dikemas dalam botol dan siap minum serta diproduksi secara higienis. Pada saat dilakukan pemeriksaan produk telah sesuai dan memenuhi standar phytosanitary negara tujuan.

“Berdasarkan penjelasan pemilik yoghurt diolah dari bahan baku kelapa, lebih tepatnya menggunakan santan yang telah difermentasi. Produk yoghurt santan ini merupakan terobosan baru, selama ini kita ketahui yoghurt berbahan dasar susu dimana merupakan produk hewani dan kali ini menggunakan bahan dasar dari produk nabati," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Barantan, Bambang, menyebutkan ia dan jajarannya mendorong upaya peningkatan ekspor pertanian, sesuai tugas yang diberikan selaku koordinator Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

“Kelapa ini merupakan salah satu komoditas yang kaya dengan manfaat. Tidak salah pepatah yang mengatakan hidup itu seperti pohon kelapa, karena setiap bagian dari pohon kelapa bermanfaat bagi banyak orang. Sebagai Negara Tropis, pohon kelapa dapat hidup dengan baik di semua wilayah Indonesia. Ini merupakan anugrah yang harus dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Perdana, 65,7 Ton Yoghurt Santan Diekspor ke Cina
Produk Olahan Kelapa Asal Bintan Tembus Pasar AS, Nilai Transaksi Capai Rp819,4 Juta

Dia menambahkan bahwa data BPS menunjukkan ekspor pertanian Indonesia mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni sebesar 0,38 miliar USD atau 11,54 persen yang dihitung berdasarkan data tahunan Years-on-Years (Y-o-Y). Dengan angka ini maka share ekspor pertanian mencapai 1,97 persen dari total ekspor nonmigasnya yang mencapai 95,30 persen.

“Ini merupakan awalan baik dan semangat serta optimisme untuk para stakeholder di bidang pertanian, terutama Kementerian Pertanian untuk meningkatkan lagi ekspor produk pertanian di tahun 2022,” pungkasnya.

Video terkini:

Video Terkait