Kemendag Luncurkan Program Aku Siap Ekspor 2.0, Bakal Lebih Luas Rambah Pasar Global

Ilustrasi ekspor. (Foto Pixabay)

Editor: M Kautsar - Kamis, 24 Februari 2022 | 19:55 WIB

Sariagri - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional meluncurkan program Aku Siap Ekspor (ASE) 2.0 pada Rabu (23/2) dengan cakupan produk dan jangkauan pasar ekspor yang lebih luas.

"ASE tahap ke-1 disambut dengan antusias oleh eksportir. Oleh sebab itu, Kemendag luncurkan program kedua dengan nama ASE 2.0. Cakupan program ini diperluas, bukan hanya produk dekorasi rumah, tetapi juga furnitur dan produk gaya hidup," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi.

Didi menyebutkan, target pasar ASE 2.0 diperluas ke negara yang memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia baik secara regional maupun bilateral, di antaranya Jepan, Australia, Swiss, Norwegia, Korea Selatan, Chile, Tiongkok, Mozambik dan negara kawasan ASEAN.

"Diharapkan eksportir Indonesia lebih proaktif memanfaatkan preferensi penurunan tarif serta mendorong pengembangan ekspor ke negara-negara non tradisional," ungkap Didi.

Melalui program ASE 2.0 tersebut 50 pelaku usaha ditargetkan akan menerima pendampingan dengan seleksi ketat terlebih dahulu. Adapun instansi yang bekerja sama dengan Kemendag dalam pelaksanaan ASE 2.0 antara lain Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Business and Export Development Organization (BEDO).

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Made Marthini selaku Koordinator Program ASE mengatakan perusahaan yang telah lolos seleksi diwajibkan merangkul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di luar Jawa dan Bali sebagai mitra pemasok atau UMKM asuh untuk menciptakan efek yang lebih besar.

"Pola kemitraan ini sangat ideal karena eksportir dan pelaku UMKM dapat saling membantu dan berkolaborasi," kata Made.

Lebih lanjut Made menjelaskan, program ini didesain khusus bagi perusahaan yang telah memiliki kapasitas ekspor. Program akan berlangsung selama satu tahun yang terdiri atas lokakarya baik daring maupun luring dengan praktek simulasi, tugas, temu bisnis, pendampingan privat, misi orientasi pasar lokal; serta keikutsertaan pameran dalam dan luar negeri seperti Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Trade Expo Indonesia (TEI), atau pameran internasional lainnya.

Baca Juga: Kemendag Luncurkan Program Aku Siap Ekspor 2.0, Bakal Lebih Luas Rambah Pasar Global
Wamendag Optmistis Negara Kawasan Pasifik Jadi Mitra Dagang Potensial di Masa Depan



"Pelaku usaha akan mendapat pengetahuan untuk mengekspor produknya dari para tenaga ahli yang terlibat dan dapat meningkatkan omzet senilai USD 50.000 atau senilai USD 2,5 juta untuk 50 UKM setelah mengikuti program ini," papar Made.

Sebagai informasi, sebelumnya ASE 1.0 telah dilaksanakan sejak Juni 2021 dan telah memasuki pertengahan jalan. Dalam perjalannya, program ini sukses membukukan potensi transaksi ekspor sebesar 377.889 dolar AS atau sebesar Rp5,6 miliar, serta transaksi potensial untuk pasar domestik sebesar Rp6,8 miliar.

Video terkini:

Video Terkait