Viral Lagu Minyak Goreng, Seperti Tikus Mati di Lumpung Padi

Masyarakat Sedang Membeli Minyak Goreng. (Sariagri/Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 9 Maret 2022 | 17:45 WIB

Sariagri - Penyanyi kondang, Iwan Fals, membuat sebuah karya dalam lagu barunya berjudul Minyak Goreng. Lagu yang dibuat bersama Raja Pane ini beredar di Youtube sejak dua hari lalu dan sudah ditonton lebih dari 6.800 kali.

Lirik lagu ini terlihat sederhana, mengisahkan kelangkaan minyak goreng yang saat ini masih berlangsung. Iwan Fals juga hanya memainkan gitar akustik dengan suaranya yang terdengar khas.

Berikut ini lirik lagu Iwan Fals berjudul Minyak Goreng:

Minyak goreng menguap hilang dan lenyap di pasar
Ibu-ibu menggerutu pun bapak-bapknya sudah barang tentu
Aneh rasanya kok bisa hilang, kalaupun ada harganya selangit

Usut punya usut ternyata ditimbun.
Oleh siapa? Konon oleh tujuh konglomerat tambun.

Aku kesal kok konglomerat tega
Aku resah kok polisi tidak berdaya
Aku marah kok pemerintah begitu mudah dipermainkan
Aku geram kok kasus ini terus berulang

Ini seperti tikus mati di lumbung padi
bahan kita banyak sawit jutaan hektar
Lalu kenapa hilang dan menghilang?
Ah dasar mafia, masa bodoh orang susah

Mungkin mafia dan aparat ada main
Pura-pura hilang tapi diumpetin
kok susah amat memberantasnya
Tembak saja atau hukum seumur hidup
Jera-jera
Ah belum tentu

Sekadar informasi, kelangkaan minyak goreng masih terjadi. Banyak masyarakat yang rela antri untuk mendapatkan kebutuhan pokok tersebut.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pun harus mendatangi ke Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang menjual minyak goreng dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Baca Juga: Viral Lagu Minyak Goreng, Seperti Tikus Mati di Lumpung Padi
Nagita Slavina Beli Minyak Goreng Mahal, Harganya Bikin Melongo

Dalam tinjauan Mendag Lutfi di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pedagang masih menjual minyak goreng dengan harga Rp16.000 per liternya.

“Minyak goreng ada barangnya baik curah maupun kemasan, masalahnya tidak ada satu pun kios yang menjual harganya sesuai dengan harga eceran tertinggi yang dijual oleh pemerintah,” jelas Mendag Lutfi.

Video Terkait