Janji Mendag soal Umumkan Mafia Minyak Goreng Kok Molor? Ini Alasannya

Mendag Lutfi dalam sidang DPR. (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 25 Maret 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Pengumuman soal mafia minyak goreng yang dijanjikan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi beberapa waktu lalu terus ditunggu oleh masyarakat. Musababnya, praktik mafia diendus menjadi menyebabkan persoalan kebutuhan pokok.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan pada rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada Kamis (24/3/2022) malam, mengungkap alasan mengapa hingga saat ini mafia minyak goreng belum juga terkuak.

"Pak Menteri dan kami merasa yakin bahwa bukti sudah cukup, tapi ternyata dari aparat hukum mungkin belum cukup," kata Oke saat menjawab pertanyaan Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade.

Kemudian, Andre menyambung dengan pertanyaan. "Jadi gitu? Dari Kemendag sudah merasa cukup bukti, mungkin dari aparat penegak hukum versinya belum cukup gitu ya?," ucap dia.

"Mungkin, jadi belum diumumkan," jawab Oke.

Pertanyaan Andre ini mewakili jutaan masyarakat Indonesia. Lantaran sebelumnya, Mendag Lutfi telah menjanjikan bahwa mafia minyak goreng akan diungkap pada Senin (21/3/2022).

Kemudian, pada rapat Rapat Kerja dengan Komite 2 DPD RI, Mendag kembali mengatakan bahwa pengumuman nama-nama mafia belum bisa dipublish pada Senin (21/3/2022) melainkan akan diumumkan dalam 1-2 hari ke depan.

Baca Juga: Janji Mendag soal Umumkan Mafia Minyak Goreng Kok Molor? Ini Alasannya
Siap-siap! Mendag Kantongi Terduga Mafia Migor, Diumumkan Senin

"Ini merupakan sesuatu yang kami serahkan ke Kepolisian. Semoga dalam waktu 1-2 hari akan diungkap siapa yang bermain sebagai mafia ini," ujar Mendag pada Rapat Kerja dengan Komite 2 DPD RI, Senin (21/3) lalu.

Sayangnya, hingga kini, mafia minyak goreng yang dikantongi Kemendag belum juga dipublikasikan. Masyarakat pun menjadi bertanya-tanya siapa 'dalang' yang bermain dalam praktik minyak goreng.

Video Terkait