Tak Kunjung Turun, Harga Minyak Goreng Diprediksi Naik Terus sampai Lebaran

Ilustrasi minyak goreng. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 29 Maret 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Jelang 4 hari memasuki bulan Ramadhan, harga minyak goreng di berbagai daerah terpantau masih tinggi. Diprediksi harga tersebut berlanjut hingga lebaran.

Berdasarkan Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, per (29/3/22) rata-rata harga minyak goreng kemasan premium secara nasional adalah Rp25.600 per kilogram. Sulawesi Tenggara menjadi yang tertinggi dengan harga Rp47.500 per kilogram.

Sedangkan untuk minyak goreng curah, rata-rata harga secara nasional masih di angka Rp19.950 per kilogram. Nusa Tenggara Timur menjadi yang terendah dengan harga Rp13.500 per kilogram.

Akibat kelangkaan yang terjadi, pemerintah sejak 15 Maret 2022 lalu resmi mencabut aturan Permendag 06 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan dan melepasnya ke mekanisme pasar. Hal itu seketika membuat stok minyak goreng melimpah di pasaran dengan harga yang melonjak tinggi. Pemerintah berkeyakinan langkah yang diambil tepat, harga minyak goreng akan turun saat pasokan melimpah.

Nyatanya, sudah dua pekan sejak HET dicabut, harga minyak goreng kemasan premium di ritel modern maupun tradisional di wilayah Jabodetabek tak kunjung turun, masih berkisar Rp23.500 - Rp26.000 per liter.

Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira justru memperkirakan harga minyak goreng kemasan akan terus meningkat seiring dengan berjalannya mekanisme pasar.

"Jika ikuti harga Crude Palm Oil (CPO) yang masih tinggi tentu kenaikan harga akan terus berlanjut," kata Bhima kepada Sariagri, Selasa (29/3/2022).

Menurut dia, selama Ramadhan permintaan minyak goreng akan meningkat, hal itu tentunya semakin memicu tren kenaikan harga, bahkan hingga lebaran Idul Fitri. Bhima pun menilai, pencabutan kebijakan HET oleh Pemerintah justru menciptakan momentum terbaik bagi para spekulan minyak goreng dalam meraup margin keuntungan yang lebih besar.

"Tentu momentum pencabutan HET dimanfaatkan untuk raup margin keuntungan penjualan minyak goreng yg lebih besar lagi," jelasnya.

Baca Juga: Tak Kunjung Turun, Harga Minyak Goreng Diprediksi Naik Terus sampai Lebaran
Jelang Ramadhan dan Idulfitri, Stok dan Harga Kebutuhan Pokok di Jabar Terpantau Aman



Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat memantau stok minyak goreng kemasan di ritel modern pada 18 Maret 2022 lalu, menyebutkan dalam waktu dekat seiring banyaknya merek minyak goreng yang keluar di pasaran akan membuat harga turun akibat adanya kompetisi.

"Nanti, jika merek minyak gorengnya makin banyak, harganya  akan menurun sesuai dengan kompetisi dan leveling dari market mereka. Kita akan kerjakan bersama-sama. Mudah-mudahan kita dapat menghasilkan harga yang lebih baik pada waktu yang tidak akan lama. Diperkirakan dalam seminggu ke depan merek-merek sudah mulai keluar dan harganya sudah bisa lebih baik," kata Lutfi beberapa waktu lalu. 

Video Terkait