Cegah Pembeli Luar Kota, Pemasok Minyak Curah di Bogor Syaratkan Tulis NIK

Distributor minyak goreng curah di Bogor, Jawa Barat. (Foto Sariagri/Akbarda)

Editor: M Kautsar - Selasa, 29 Maret 2022 | 19:20 WIB

Sariagri - Ratusan orang rela mengantri berjam-jam agar bisa membeli minyak curah di sebuah distributor di Jalan Taman Cimanggu Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jum'at (25/3/2022). Seorang warga mengaku baru bisa mendapatkan minyak curah setelah 8 jam mengantri. Distributor meminta pembeli mengisi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan mengambil kupon antrian sebagai syarat pembelian.

"Sulit banget sekarang minyak curah juga, saya saja datang kesini jam 5:20 dari rumah baru dapat sekarang, berarti 8 jam ya baru dapat, tapi Alhamdulillah sudah aman sekarang, dapat dua jerigen," kata Syaiful salah satu pembeli.

Syaiful mengaku harus mendapatkan kupon dan menulis Nomor Induk KTP sebagai syarat pembelian minyak curah. Menurutnya, proses penulisan NIK itulah yang membuat proses antrian menjadi lebih lama.

"Ini lama karena antri ya, ditambah lagi kan sekarang ngga cuma pakai kupon, tapi isi data nomor KTP juga. Kalau ngga pakai data KTP ngga akan dikasih beli, ini kan supaya memang ngga ada yang beli double, beli dua kali," pungkas Syaiful.

"Saya beli buat jual lagi, saya ngewarung di rumah. Harganya beli disini 14.750 perkilo, sebelumnya kan dulu sempat 12 ribu ya perkilo," tambahnya.

Erwin, pengurus distributor minyak curah di Cibadak, Tanahsareal, Kota Bogor  mengatakan, pihaknya sengaja meminta pembeli untuk mengambil kupon sebagai nomor antrian dan mengisi data NIK KTP setiap pembeli.

"Kita sengaja menghambat, (kupon dan isi NIK) pertama untuk hindari pembelian yang double, kedua supaya kita tahu arahnya kemana barang ini keluar. Karena pabrik inginnya seperti itu, karena pabrik diminta untuk seperti itu oleh kemendag. Jadi alurnya ambil kupon, kemudian isi data ktp," tutur Erwin. 
Erwin, menyebut permintaan minyak curah memang semakin meningkat sejak beberapa hari terakhir. Dalam sehari, distributor mampu mengeluarkan 60 ton minyak curah yang dibeli oleh sekitar 400 orang.

"Permintaan hari ini meningkat, sudah beberapa hari, kemarin-kemarin itu kuota kita hanya 300 orang paling banyak sehari, kalau sekarang bisa 400 lebih,, itu sudah kita batasi" kata Erwin.

"Pembeli sudah dari mana-mana jadinya. Sudah campur aduk ini, dari sekitar sini, dari Serpong, dari Depok, dari Sukabumi. Tapi tetep kita utamain yang punya home industri," tambahnya.

Baca Juga: Cegah Pembeli Luar Kota, Pemasok Minyak Curah di Bogor Syaratkan Tulis NIK
Tak Kunjung Turun, Harga Minyak Goreng Diprediksi Naik Terus sampai Lebaran



Dalam sehari, kata Erwin, pihaknya mengeluarkan minyak curah sebanyak 60 ton dalam sehari. Jumlah itu, merupakan batas pengeluaran agar minyak curah tetap tersedia setiap hari.

"Sebetulnya kalau kita lepas (jual tak terbatas) ya banyak sekali, karena banyak yang minta. Ini saja kita, kita sudah tahan jumlah pembeli, artinya kita pake kupon dan isi KTP, sudah ada 60 ton yang keluar dalam sehari. Kalau tidak kita batasi bisa sampai 100 ton kali, karena kan banyak mau beli juga," ungkap Erwin.

Video Terkait