Berkah Tersembunyi Pelonggaran PPKM Bagi Penjual Es Cendol Bandung di Garut

Pedagang es cendol di Garut, Jawa Barat. (Sariagri/Jayadi)

Editor: M Kautsar - Selasa, 5 April 2022 | 16:30 WIB

Bagi Anda yang menyenangi minuman khas saat berbuka puasa puasa, tak ada ada salahnya mencoba es Cendol Bandung atau es Cendol Elizabet bilangan Alun-alun Tarogong, Garut, Jawa Barat yang satu ini.

Agus Firmansyah, 52 tahun, pemilik lapak es cendol Bandung mengatakan, minumal es cendol Bandung Elizabeth memang cocok menjadi menu pembuka saat buka puasa tiba.

“Soal rasa silakan mencoba sendiri,” ujar dia membuka pembicaraan dalam obrolan hangatnya, Selasa (05/04/2022).

Menurutnya, momen puasa Ramadhan 2022 kali ini, diharapkan mampu memberikan semangat baru untuk meraih cuan jualan cendol, setelah terpuruk saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat Ramadhan tahun lalu.

“Tahun lalu omzet jualan kami turun hingga 30 persen,” kata dia.

Memiliki kandungan bahan campuran tepung beras, tepung kanji dan terigu, Agus mempu meramunya menjadi butiran cendol Elizabeth yang kenyal dan gurih untuk berbuka puasa. “Insyaallah seluruh bahan yang kami gunakan alami tanpa bahan pengawet, soal pewarna kami menggunakan warga dari dedaunan,” kata dia.

Sariagri - Komposisi itu bertambah lezat, dengan campuran gula aren kental yang asli plus adipati kelapa untuk menambah gurih citarasa cendol Bandung. “Lebih enak disajikan dalam kondisi dingin,” kata dia.

Agus menyatakan, hadirnya pelonggaran kebijakan PPKM saat ini, memberikan dampak positif untuk kembali menaikan omset jualan selama Ramadhan. “Kalau melihat trennya saya lihat bagus, hari pertama sudah mampu menjual 10 gerigen besar,” kata dia.

Bagi Agus, momen Ramadhan memang terbilang istimewa. Selain menaikan omset penjualan, banyak warga di sekitar pabriknya berdiri, mampu diberdayakan menjadi karyawan dadakan pembuatan cendol Elizabeth.

“Biasanya pegawai kami hanya 5-6 orang, tapi kalau puasa bisa mencapai 25 orang, lumayan bisa membantu mereka,” ujar dia bangga.

Saat momen Ramadhan berlangsung, rata-rata perhari mampu menjual hingga 20 jeriken besar untuk memasok ke beberapa lapak jualan yang ia kelola. “Saat ini ada empat titik yang kami kirim untuk berjualan cendol Bandung ini,” kata dia.

Untuk satu gerigen ujar dia, dihasilkan hingga 35 bungkus cendol Bandung ukuran besar seharga Rp20 ribu per bungkus, sementara ukuran gelas langsung konsumsi, mampu dikonversi hingga 250 gelas siap minum.

“Untuk ukuran sedang kami jual Rp10 ribu per bungkus, sementara satu gelas kami jual seharga Rp5 ribu,” papar dia.

Tak mengherankan, dalam sehari omzet jualan dia mampu menghasilkan cuan hingga belasan juta rupiah dari seluruh cendol Bandung yang ia jajakan. “Lumayan setahun sekali omzet kami meningkat saat Ramadhan,” ujar dia.

Video Terkait