Harga Elpiji 3 Kg Naik, DPR: Tidak Semudah Itu!

Pengecer gas elpiji. (Foto: Sariagri/Doni)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 7 April 2022 | 12:20 WIB

Sariagri - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Maman Abdurahman, mengatakan keputusan menaikkan harga elpiji 3 kg tidak bisa dilakukan secara sepihak. Pasalnya butuh persetujuan dari parlemen, PT Pertamina (Persero), dan pemerintah.

"Saya pikir tidak semudah itu main langsung dengan gampang mau menaikkan (harga elpiji 3 kg) karena perlu ada pembicaraan antara Pertamina, pemerintah, dan Komisi VII DPR RI," ujarnya.

Maman menambahkan, pihaknya berkontribusi terhadap bagaimana memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada warga yang tidak mampu agar bisa mendapatkan elpiji 3 kg dengan harga murah.

Komisi VII DPR, menurutnya, telah berjuang maksimal untuk menaikkan kuota elpiji 3 kg yang membuat bahan bakar itu kini membanjiri masyarakat.

"Dari Sabang sampai Merauke ada istilah elpiji 3 kg itu banjir, orang kelelep sama elpiji 3 kg. Tapi, bagi kami enggak ada masalah yang penting masyarakat mendapatkan elpiji 3 kg dengan harga yang murah," kata Maman.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa jangankan di pedalaman Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, di Jawa saja pada tahun lalu masih banyak orang yang mendapatkan elpiji 3 kg dengan harga Rp30.000 sampai Rp40.000 per tabung.

Maman berani menjamin dan memastikan 95 persen rakyat di seluruh Indonesia kini menikmati harga elpiji 3 kg sesuai dengan harga yang dikeluarkan oleh pemerintah berkisar Rp18.000 sampai Rp22.000 per tabung.

Keputusan mempertahankan harga elpiji 3 kg tetap murah di tengah proses pemulihan ekonomi nasional pascapandemi menjadi upaya dalam mendorong daya beli masyarakat.

Dalam rapat itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan agar wacana maupun pernyataan terkait kenaikan elpiji tidak disampaikan langsung ke publik tanpa adanya pembahasan terlebih dahulu dengan perseroan.

Baca Juga: Harga Elpiji 3 Kg Naik, DPR: Tidak Semudah Itu!
Harga Minyak Goreng Curah Tak Terkendali, DPR Desak Menperin Minta Maaf

"Kepada siapapun para pihak tidak mudah juga menyampaikan statement, wacana atau apapun. Jadi, kalau belum jelas akan ada perencanaan, belum dibahas di kami sudah dilempar kepada masyarakat wacana-wacana naik, masyarakat sudah gelisah duluan," ucapnya.

Nicke berpesan agar tokoh publik bisa hemat kata dan menjaga perasaan rakyat dengan tidak menyampaikan hal-hal yang semakin memberatkan mereka. Apalagi topik yang disampaikan itu belum dibahas dengan Pertamina.

Video Terkait