Bima Arya Kaget Minyak Goreng Curah Dijual di Atas HET

Bima Arya mengecek harga minyak goreng curah (Sariagri/Akbarda Winardi)  

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 7 April 2022 | 19:10 WIB

Sariagri - Wali Kota Bogor Bima Arya kaget saat mendengar sejumlah pedagang warung yang menjual minyak goreng curah di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini terlihat saat ia bersama jajarannya mengecek depo minyak goreng di Kelurahan Kedungjaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (7/4/2022).

Sejumlah pedagang menyatakan pihaknya terpaksa menjual minyak goreng curah hingga Rp 17 ribu per liter. Padahal pihak depo membanderolnya sesuai harga yang sudah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 14.500 per liternya.  

Menurut Daulay, salah satu pedagang menuturkan,pihaknya menjual harga tersebut karena lamanya waktu antri untuk mendapatakan minyak goreng curah.

"Ini kan kita dapat minyaknya cuma sedikit, cuma dua jeriken (sebelumnya bisa sampai 10 jeriken), antrinya kan lama juga, makan waktu seharian, dari malam sampai pagi, sampai siang baru dapat, jadi rugi waktu," tutur Daulay. 

Sementara pemilik depo minyak goreng Gunarso Rusly mengatakan, pasokan minyak goreng curah kini dibatasi oleh pihak pabrik. Jika sebelumnya ia bisa menyediakan diatas 60 ton dalam sehari, kini dibatasi hanya 20-40 ton sehari. Agar kebutuhan semua pelanggannya terpenuhi, Rusly membuat aturan dan membatasi jumlah pembelian.

"Kalau untuk pedagang warung kita kasih batasan 16 kilogram, 2 jeriken, 4 jeriken, tergantung juga. Kalau buat pedagang pasti kita batasi, karena harganya pasti dia up. Tapi kalau untuk pemakai, pabrik kerupuk, tadi pabrik kembang goyang, rumah makan, pokoknya makanan gitu deh yang kecil-kecil, mau 10 jeriken saya kasih, karena dia supaya tetap ada penghasilannya. Kita batasi hanya untuk pedagang," ujar Rusli

Baca Juga: Bima Arya Kaget Minyak Goreng Curah Dijual di Atas HET
Cegah Pembeli Luar Kota, Pemasok Minyak Curah di Bogor Syaratkan Tulis NIK

Menanggapi situasi tersebut, Walikota pun mendesak pemerintah bertindak cepat dan tegas untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng curah. Bima menyebut, puluhan warga yang sedang antri merupakan pedagang di warung kecil dan pelaku UMKM. Kelangkaan minyak goreng curah membuat pedagang eceran merugi dan pendapatan pelaku UMKM yang biasanya tinggi ketika menjelang kebaran menjadi turun karena kelangkaan minyak goreng curah.

"Kita berusaha di daerah ini, di kota (Bogor) memastikan distribusi berjalan dengan seadil-adilnya, supaya semuanya kebagian. Tapi tentu kita meminta agar pemerintah pusat bergerak lebih cepat dan lebih tegas untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng ini," pungkas Bima.

Video Terkait