Perputaran Omzet Bazar Takjil Ramadhan di Sumenep, Tembus Rp1,5 Miliar

Pasar takjil di Sumenep, Jawa Timur. (Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Jumat, 22 April 2022 | 16:30 WIB

Ramadhan membuka pintu rejeki bagi pelaku usaha kecil utamanya pedagang kaki lima yang ada di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Momentum bulan puasa tahun ini, ditangkap oleh pemerintah daerah dengan menggelar Bazar Takjil Ramadhan 1443 H, yang diikuti ratusan PKL dalam upaya membangkitkan kembali ekonomi pelaku usaha. 

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, yg juga turut hadir berbelanja di Bazar Takjil Ramadan, mengaku senang melihat antusias warga yang begitu tinggi. Sehingga pedagang kecil bisa tetap bertahan dan melanjutkan usahanya. 

"Saya ikut senang dan gembira, melihat geliat ekonomi di saat momentum bulan Ramadan. Semoga pandemi Covid-19 benar-benar sirna, dengan begitu usaha makin bertumbuh. Maka dari itu agar tidak terpusat di kota saja, keberadaan bazar takjil ini juga sudah saya intruksikan untuk digelar merata di seluruh kecamatan-kecamatan yang ada di wilayah Sumenep,” ucap Bupati Achmad Fauzi kepada Sariagri, Kamis (21/4/2022). 

Hadirnya ratusan warga ini, imbuhnya menandakan kebangkitan ekonomi sekaligus pulihnya perdagangan. Jika sebelumnya pelaku usaha takut untuk memulai buka dagangan, sekarang mulai bersaing menjajakan aneka produk makanan dan minuman.

“Alhamdulillah ramadhan membuka pintu rejeki dan berkah. Coba lihat banyak sekali Keanekaragaman menu berbuka puasa mulai dari menu tradisional hingga modern. Ini menjadi daya tarik tersindiri bagi warga, mulai dari lauk, kudapan, bumbu masak, minuman, sampai dengan camilan dan lain sebagainya. Semua laku dan dibeli warga,” kata Achmad.

Bahkan pihaknya mencatat dari sejak awal Ramadhan hingga hari ke-20, total perputaran uang dihasilkan dari kegiatan bazar takjil sudah mencapai Rp1,5 miliar.

"Sejak hari pertama dibuka, data uang yang masuk ke pedagang mencapai Rp150 juta dan kabar menggembirakan lainnya, dari catatan panitia perputaran uang di kegiatan bazaar hari ke-20 sudah tembus Rp1,5 miliar,” tuturnya bangga. 

Sementara itu, bagi sebagian besar penyewa stan mengaku senang dengan digelarnya acara bazar takjil Ramadhan. Selain menguntungkan, kegiatan ini juga mampu membuka kesempatan usaha bagi pemula.

Baca Juga: Perputaran Omzet Bazar Takjil Ramadhan di Sumenep, Tembus Rp1,5 Miliar
Takut Serangan Ilmu Hitam, Penguasaha Kuliner Ini Pilih Tutup Warungnya

"Saya salah seorang pelaku usaha pemula. Ramadhan tahun 2022 ini, saya mengawali buka usaha dimsum. Alhamdulillah selalu laris dan habis diserbu pembeli. Semoga tahun depan ekonomi terus membaik, sehingga orang tidak takut untuk memulai usaha,” terang salah satu peserta bazar, Anisa. 

Bazar takjil Ramadhan ini akan terus ada melayani warga yang hendak mencari menu berbuka puasa khas kuliner Kabupaten Sumenep hingga H-1 Idul Fitri. 

Video Terkait