50 Tahun IPC, RI Dorong Evolusi Industri Lada Global Jadi Lebih Baik

Ilustrasi merica. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Jumat, 22 April 2022 | 18:00 WIB

Sariagri - Direktur Jenderal Perundingan Internasional, Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan pihaknya mendorong International Pepper Community (IPC) untuk terus melakukan proses evolusi industri lada global menjadi lebih baik.

Salah satunya, kata Djatmiko, dengan mengadakan program yang inovatif dan riset ilmiah agar stabilitas harga lada di pasar global tetap terjaga.

"Tema yang diusung dalam perayaan 50 tahun IPC dan perayaan Hari Lada Internasional sejalan dengan kebutuhan industri lada saat ini. Diharapkan Sekretariat IPC dapat menghasilkan program yang inovatif dan riset ilmiah mengenai ide-ide baru untuk penggunaan lada, khususnya dalam industri besar," ujar Djatmiko selaku National Liaison Officer (NLO) Indonesia untuk IPC dalam kegiatan “Evolution of the Pepper Industry: Expanding the Global Consumption Through its Value-Added Products and Innovation”, dikutip Jumat (22/4).

Djatmiko menyebut harga lada saat ini relatif stagnan dibandingkan komoditas lainnya yang mengalami penurunan harga. Karena itu, Djatmiko mendorong IPC melakukan analisis mendalam dan formulasi ulang program untuk menstabilkan harga lada.

"Lada merupakan komoditas yang cukup unik karena di tengah goncangan ekonomi akibat pandemi, harganya relatif stabil. Sangat penting agar IPC melakukan analisis mendalam untuk mengetahui fenomena ini, sehingga harga lada dapat dipertahankan, bahkan menciptakan kondisi yang lebih baik," kata Djatmiko.

Baca Juga: 50 Tahun IPC, RI Dorong Evolusi Industri Lada Global Jadi Lebih Baik
Usai Terungkap Korupsi Ekspor CPO Akankah Harga Minyak Goreng Turun?



Untuk diketahui, IPC merupakan organisasi internasional yang beranggotakan pemerintah negara penghasil lada di dunia yang didirikan pada 1972 dan sejak 1976 kantor IPC berada di Jakarta.

Anggota permanen IPC saat ini terdiri dari India, Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, dan Vietnam. Sementara anggota anggota asosiasi terdiri dari Papua Nugini dan Filipina. Organisasi mempunyai fungsi utama untuk mendorong dan melakukan koordinasi kegiatan dalam rangka memajukan industri dan perdagangan lada di negara anggota.

Video Terkait