42 Ton Biji Pala Asal Sulut Milik Eksportir Baru Diekspor ke Vietnam

Pelepasan ekspor biji pala asal Sulut. (Barantan)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 26 April 2022 | 18:30 WIB

Sebanyak 42 ton pala biji (Myristica fragrans) asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) senilai Rp5 miliar, diekspor ke negara tujuan Vietnam, melalui depo Pelabuhan Bitung. Ini merupakan ekspor perdana yang dilakukan PT Olam Indonesia.

"Komoditas pala biji yang diekspor telah melalui serangkaian tindakan karantina guna memastikan seluruh persyaratan teknis negara Vietnam terpenuhi," ujar Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan Saragih.

Donni menjelaskan PT Olam Indonesia menambah deretan pelaku usaha agribisnis asal Sulut yang berhasil memasok komoditas pertanian untuk memenuhi kebutuhan pasar global.

"Selain menambah ragam ekspor, kamipun fokus untuk menambah jumlah eksportir. Salah satunya dengan membuka akses informasi ekspor baik dengan cara konvensional maupun digital,” katanya.

Pada saat yang sama, Kepala Bea Cukai Bitung, Zubaidy Yulianto, menyerahkan Nota Pelayanan Ekspor (NPE) kepada PT. Olam Indonesia.

"Dalam mengakselerasi ekspor produk pertanian asal Sulut, kami terus memperkuat sinergisitas dengann Karantina Pertanian Manado. Hasilnya sudah mulai terlihat, salah satunya bertambahnya jumlah eksportir," terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Bambang mengapresiasi bertambahnya pelaku usaha agribisnis di Provinsi Sulut. Kedepan, dia berharap momentum peningkatan ekspor dapat terus dijaga.

Baca Juga: 42 Ton Biji Pala Asal Sulut Milik Eksportir Baru Diekspor ke Vietnam
Saat Pariwisata Nyungsep, Pertanian Selamatkan Ekonomi Yogya, Bahkan Bisa Ekspor Hingga Rp29,2 Miliar

"Dengan bekerja bersama hararapannya tren peningkatan ekspor pertanian dapat berkontribusi lebih besar dalam pemulihan ekonomi nasional dimasa pandemi yang masih berlangsung," pungkasnya.

Sariagri - Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekspor pertanian secara nasional pada bulan Maret 2022 mencapai US$430 juta, tumbuh positif sebesar 23,27 persen (M to M) atau 7,67 persen (Y to Y)

 

Video Terkait