Sarang Burung Walet Senilai Rp1,25 Miliar Diekspor ke Hongkong

Komoditas sarang burung walet Sulut berstandar ekspor. (Antara/HO-Karantina Pertanian Manado)

Editor: M Kautsar - Rabu, 27 April 2022 | 14:20 WIB

Karantina Pertanian Banjarmasin melakukan rangkaian tindak karantina terhadap 50 kilogram sarang burung walet (SBW) asal Kalimantan Selatan. SBW tersebut akan diekspor ke negara tujuan Hongkong melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru.

Ekspor komoditas pertanian dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,25 miliar tersebut, perdana dilakukan oleh PT. AGA yang merupakan eksportir baru.

“Ini adalah kali pertama SBW asal Kalimantan Selatan diproses/dibersihkan langsung di Instalasi Karantina Hewan (IKH) Banjarmasin. Hal ini merupakan sebuah kemajuan yang patut diapresiasi, mengingat tempat pemrosesan sarang burung walet sendiri sebagian besar berada di Pulau Jawa dan Sumatra,” ujar Subkoordinator Karantina Hewan, Isrokal, Selasa (26/4/2022).

"Sarang burung walet tersebut telah melalui pemeriksaan sanitasi, pemeriksaan dokumen meliputi kelengkapan dan keabsahan, serta kesesuaian jumlah. Kami memastikan pemenuhan persyaratan negara tujuan dalam penerbitan sertifikat sanitasi produk hewan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, Nur Hartanto menyampaikan bahwa SBW merupakan bahan makanan yang menjadi salah satu komoditas unggulan dari Provinsi Kalimantan Selatan.

Dia menyebutkan manfaat yang diperoleh SBW ini khususnya untuk kesehatan dan kecantikan. Hal inilah yang membuat permintaan sarang burung walet semakin meningkat terutama Hongkong dan Cina.

“Harapannya, sarang burung walet asal Kalimantan Selatan dapat diproses terlebih dahulu di IKH Banjarmasin untuk selanjutnya diekspor langsung menuju negara tujuan sehingga memberikan nilai tambah bagi para pelaku usaha,” pungkasnya.

Baca Juga: Sarang Burung Walet Senilai Rp1,25 Miliar Diekspor ke Hongkong
Karantina Pertanian Pastikan Sarang Burung Walet Sulut Kualitas Ekspor

Untuk diketahui, berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST, Karantina Pertanian Banjarmasin menunjukkan bahwa pada tahun 2021 tidak kurang dari 252 ton sarang burung walet dilalulintaskan secara domestik melalui Bandara Syamsudin Noor.

Selanjutnya, sampai akhir tahun 2021 di Provinsi Kalimantan Selatan, tercatat sudah ada 155 rumah walet yang diregistrasi dari 14 perusahaan dengan negara tujuan ekspor yaitu Cina.

Video Terkait