Pasca Lebaran Harga Pangan Masih Tinggi, Puan: Ini Ada Apa?

Ketua DPR RI Puan Maharani. (Istimewa)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 13 Mei 2022 | 16:45 WIB

Sariagri - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta seluruh komisi terkait di DPR terus memantau dan mengawasi harga komoditas pangan usai Lebaran 2022. Maklum saja, ia masih menemui beberapa komoditas pangan yang harganya masih tinggi pasca Lebaran 2022.

"Nanti begitu masuk kembali masa persidangan, kami akan minta komisi terkait di DPR agar dalam hal fungsi pengawasan untuk memelototi harga komoditas pangan karena jika harganya masih tinggi akan menyulitkan masyarakat," kata Puan.

Puan mengatakan ada salah satu pengaduan dari masyarakat yang diterima adalah masih tingginya harga cabai. Harga komoditas cabai saat ini masih pada kisaran Rp40.000 hingga Rp 45.000 per kilogram.

"Padahal harga normalnya antara Rp30.0000 hingga Rp33.000 per kg," kata Puan.

Termasuk harga minyak goreng curah yang hingga kini belum sepenuhnya turun sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, katanya. Puan mendapat pengaduan harga minyak goreng curah di sejumlah pasar tradisional masih berkisar antara Rp19.000-Rp 20.000 per liter.Baca Juga: Pasca Lebaran Harga Pangan Masih Tinggi, Puan: Ini Ada Apa?
Janji Mendag soal Umumkan Mafia Minyak Goreng Kok Molor? Ini Alasannya



"Padahal pemerintah sudah menetapkan HET minyak goreng curah Rp 14.000/liter. Tapi dalam praktiknya harganya masih tinggi, ini ada apa?," kata Puan mempertanyakan.

Selain itu, paparnya, harga komoditas lain, seperti ayam ras, gula pasir, hingga beras masih mengalami kenaikan meski lonjakannya tak terlalu tinggi.

Puan meminta Komisi VI DPR yang membidangi sektor perdagangan untuk mencari tahu akar masalah masih tingginya harga komoditas pangan ini. Selain itu, tambahnya, Komisi IV DPR yang membidangi pertanian perlu untuk mengecek apakah ada masalah di tingkat hulu.

"Jika perlu, saya minta komisi terkait di DPR untuk memanggil Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian agar bisa mendapatkan penjelasan langsung dari pemerintah," ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Video Terkait