Mengeluh Tanpa Melawan, Petani Sawit Menjerit Minta Ekspor CPO Dibuka Lagi

Harga tandan kelapa sawit. (Antara/HO-Disbun Riau)

Editor: Dera - Sabtu, 14 Mei 2022 | 14:00 WIB

Sariagri - Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta pemerintah segera membuka kembali keran ekspor minyak sawit mentah (CPO). Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai berdampak besar bagi petani sawit, pelaku usaha bahkan mempengaruhi devisa negara. 

Menurut Sekretaris Jenderal GAPKI Eddy Martono, devisa negara dari ekspor produk sawit pada tahun 2021 rata-rata berkisar US$3 miliar per bulan. 

"Minimal itu yang hilang. Belum dari kerugian lain seperti penjualan TBS petani yang terhambat dan lain-lainnya. Harapan kami pelarangan ini jangan terlalu lama sebaiknya segera dibuka kembali izin ekspor," ungkap Eddy, seperti dilansir dari laman gapki.id

Baca Juga: Mengeluh Tanpa Melawan, Petani Sawit Menjerit Minta Ekspor CPO Dibuka Lagi
Harga Sawit Anjlok, Susi Pudjiastuti Menangis

Pihaknya menyebut larangan ekspor membuat harga TBS petani turun dan anjlok hingga membuat petani pun merugi. Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah segera membuka kembali keran ekspor CPO.

"Untuk petani yang bermitra saat ini juga harganya turun, ini karena pembeli CPO mulai mengurangi pembelian sehingga PKS (Pabrik Kelapa Sawit) mulai mengurangi pembelian TBS Petani," pungkas Eddy.

Video Terkait