India Larang Ekspor Gandum, Ekonom: Bisa Pacu Lonjakan Harga

Komoditas pertanian gandum. (Piqsels)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 16 Mei 2022 | 19:10 WIB

Sariagri - Pemerintah India secara resmi melarang ekspor gandum dari negaranya. Hal ini sama seperti kebijakan Indonesia yang melarang ekspor minyak sawit mentah atau CPO (Crude Palm Oil).

Tak ayal, larangan ekspor gandum berpotensi memicu lonjakan harga. Mengingat India merupakan salah satu penghasil gandum terbesar.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, adanya larangan ekspor tersebut akan banyak berpengaruh terhadap pasokan gandum di seluruh dunia.

"Saya tidak punya prediksi kenaikan harga gandum global, tapi bisa dipastikan naik. Kasusnya akan sama dengan harga CPO," ujar Piter.

Piter juga menjelaskan, dengan adanya larangan ekspor dari India membuat ketersediaan gandum di negara-negara lain bakal terganggu. Terlebih adanya konflik yang terjadwal antara Rusia-Ukraina.

Baca Juga: India Larang Ekspor Gandum, Ekonom: Bisa Pacu Lonjakan Harga
Akibat Invasi Rusia ke Ukraina Harga Pupuk dan Gandum Berpotensi Naik, Kok Bisa?

"Kalau India melakukan larangan ekspor, supply gandum global akan terpangkas signifikan, dampaknya harga gandum di pasar global dipastikan akan naik drastis," jelasnya.

"Tanpa larangan ekspor India saja harga gandum global sudah naik tinggi," papar Piter.

Dia menambahkan, Indonesia yang mengimpor gandum dalam jumlah besar juga akan terdampak. "Indonesia sebagai negara pengimpor gandum, akan terdampak sekali," tandasnya.

Video Terkait