India Larang Ekspor Gandum, Mendag: Stok Masih Aman Hingga 3 Bulan ke Depan

Ilustrasi - Tanaman gandum. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Selasa, 17 Mei 2022 | 14:40 WIB

Sariagri - India resmi melarang ekspor gandum dari negaranya sebagai antisipasi lonjakan harga dan pengamanan stok dalam negeri. Sementara selama ini sepertiga impor tepung gandum Indonesia berasal dari negeri Bollywood tersebut.

Menanggapi kebijakan larangan ekspor gandum India, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan, saat ini stok gandum yang dimiliki Indonesia masih aman untuk tiga bulan ke depan.

"Sementara ini kita mempunyai stok untuk tiga bulan ke depan secara aman. Kita berprinsip abis tiga bulan ini nanti baru kita omongin," sebut Lutfi, Selasa (17/5/2022)

Lutfi menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia memahami keputusan yang diambil India. Menurut dia, hal yang dilakukan India sama seperti yang dilakukan Indonesia dengan larangan ekspor minyak sawit yaitu untuk memprioritaskan kepentingan nasional.

"Kami sedang mempelajari, kita memang membeli sepertiga dari tepung gandum India. Tapi ini memang masalah internasional, dan di mana semua negara memprioritaskan kepentingan nasional, seperti kita memprioritaskan kepentingan nasional. Jadi kita mengerti apa yang mereka maksud," ujar Lutfi.

Dia pun berharap agar larangan ekspor gandum India tidak berlangsung terlalu lama.

Baca Juga: India Larang Ekspor Gandum, Mendag: Stok Masih Aman Hingga 3 Bulan ke Depan
India Larang Ekspor Gandum, Ekonom: Bisa Pacu Lonjakan Harga



"Mudah-mudahan tidak terlalu lama, juga supaya perdagangan internasional bisa berjalan dengan baik," pungkas Lutfi.

Sebelumnya pada Jumat (13/5) pemerintah India mengeluarkan aturan larangan ekspor gandum. Hal itu diambil seiring dengan semakin tingginya harga gandum dalam negeri akibat lonjakan harga internasional, dan menurunnya pasokan gandum di India karena gelombang panas yang terjadi di wilayah sentra produksi. Harga gandum yang tinggi di pasar domestik dan internasional menyebabkan penyerapan gandum oleh pemerintah India juga rendah.

Video Terkait