Ekspor RI Surplus di April, Ternyata 'Dibantu' Cina dan India

Ilustrasi Ekspor Impor. (Sariagri/Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 17 Mei 2022 | 15:10 WIB

Sariagri - Baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) melansir bahwa data perdagangan internasional Indonesia mengalami surplus pada April 2022. Tercatat nilai ekspor bulan lalu adalah US$ 27,32 miliar, naik 47,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, sejumlah mitra dagang Indonesia menunjukkan kinerja ekonomi yang tumbuh positif pada triwulan I 2022. Meski mengingat adanya revisi pertumbuhan ekonomi global oleh International Monetary Fund (IMF) menjadi 3,6 persen dari 4,4 persen.

"Pertumbuhan ekonomi global didasarkan oleh beberapa peristiwa yang terjadi. Tentu saja ini akan berdampak pada kegiatan ekspor dan impor Indonesia," kata Kepala BPS Margo Yuwono saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Margo Yuwono memaparkan sebagai mitra dagang utama, ekonomi Cina tumbuh 4,8 persen. Adapun lockdown yang terjadi di Shanghai akibat pandemi Covid-19 akan berdampak pada kinerja perdagangan Indonesia ke Cina.

Kemudian, lanjut Margo Yuwono, Pemerintah Amerika Serikat yang menaikkan suku bunga bank sentralnya, Federal Reserve (The Fed), juga dinilai akan berdampak pada ekonomi secara global.

"Pemerintah Amerika kemarin menetapkan suku bunga The Fed dan itu berdampak pada ekonomi secara global, tentu saja ke depan akan berdampak pada ekspor impor Indonesia," ujar Margo Yuwono.

Sementara itu perekonomian India juga tumbuh mencapai 4,6 persen pada kuartal I 2022. Namun, negara itu disebut sedang mengalami cuaca ekstrim, yang mengakibatkan melonjaknya permintaan pasokan listrik dan berkurangnya pasokan batu bara. Tak salah jika perdagangan ekspor RI 'terbantu' Cina dan India.

Baca Juga: Ekspor RI Surplus di April, Ternyata 'Dibantu' Cina dan India
BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus 3,83 Miliar Dolar AS di Februari 2022

"Tentu saja ini berpengaruh kepada kinerja ekspor impor kita," jelas Margo Yuwono.

Margo Yuwono menambahkan di dalam negeri juga terdapat beberapa catatan peristiwa pada April 2022. Di mana pada April kemarin ada Ramadhan dan persiapan Idul Fitri.

Tentu saja, lanjut dia, itu mendorong konsumsi masyarakat secara menyeluruh dan juga berdampak pada peningkatan impor barang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Video Terkait