Pasar Hewan Ditutup, Puluhan Pedagang di Lombok Meradang

Pedagang di Lombok meradang karena pasar hewan ditutup. (Sariagri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 17 Mei 2022 | 19:50 WIB

Sariagri - Puluhan pedagang di kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) meradang setelah adanya kebijakan pemerintah untuk menutup pasar hewan akibat merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan sapi di wilayah itu.

Para pedagang menolak adanya penutupan karena mengancam ekonomi mereka secara tidak lansung, akibat tidak bisa menjual ternak mereka selama pasar hewan ditutup. Saking kesalnya, sejumlah emak emak protes sambil menghalau petugas yang hendak memutar balik kendaraan pengangkut hewan ternak untuk masuk ke areal pasar.

"Intinya saya tidak mau pasar ini ditutup," tegas Pasiah, seorang pedagang sapi di pasar Barabali, Kabupaten Lombok tengah.

Pasiah dan para pedagang lain protes ke sejumlah petugas, mereka mendesak agar diberikan peluang untuk berjualan karena sudah terlanjur membawa ternak mereka ke pasar hewan.

"Kalau tidak berjualan bagaimana cara saya menutupi kebutuhan ekonomi, anak saya juga banyak yang masih sekolah," cetusnya.

Tidak hanya Pasiah, hal senada juga dilontarkan oleh Bayan, seorang pedagang kambing di pasar hewan Batunyala Lombok tengah. Bayan menyayangkan penutupan pasar hewan tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu ke para pedagang.

Bayan mengaku merugi telah membawa hewan ternaknya ke pasar karena harus mengeluarkan ongkos kendaraan yang tidak sedikit.
 
"Kalau mau tutup ya harus sosialisasi dulu harus ada komunikasi, kita kan jadinya tidak rugi di ongkos," tegasnya.

Tidak sedikit dari para pedagang yang membawa hewan ternak mereka ke pasar dalam jumlah banyak, untuk kambing biasa dibawa dari 15 hingga 20 ekor, belum lagi sapi dengan kapasitas truck mencapai 10 ekor.

"Kalau bicara rugi kita semua disini rugi karena disini para pedagang membawa ternak mereka dalam jumlah banyak," paparnya.

Sebelumnya pasar hewan telah ditutup pemerintah sejak hari senin 14 Mei hingga tanggal 4 Juni mendatang, penutupan ini dilakukan secara serentak diseluruh pasar hewan di Kabupaten Lombok tengah untuk meminimalisir wabah PMK.

"Kita coba tutup pasar ini secara persuasif, karena kita tau temen-temen pedagang ini belum banyak yang tau informasi," terang Taufikirahman, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok tengah

Dikatakanya, penutupan pasar hewan dilakukan disejumlah tempat untuk mengurangi risiko penularan dan dampak kematian pada hewan. Pihaknya menerangkan, penutupan pasar hewan dilakukan untuk membatasi lalulintas pengiriman hewan ternak dari luar kabupaten di NTB.

"Kita ini mencoba untuk mengurangi lalulintas ternak karena seperti yang kita ketahui di Lombok timur saja kan sekarang ada informasi hewan mereka mati," ucapnya.

Pihaknya berharap para pedagang dapat memberikan rasa pengertian dengan adanya penutupan pasar akibat merebaknya virus PMK.

Baca Juga: Pasar Hewan Ditutup, Puluhan Pedagang di Lombok Meradang
DKI Jakarta Berupaya Tekan Kenaikan Harga Daging saat Wabah PMK



"Kita ini membatasi lalulintas ternak karena kita tau di kabupaten lain juga banyak yang terserang dan bahkan sampai ternaknya mati," pungkasnya.


(Foto : sariagri/yongki) - Peteenak protes petugas yang menutup pasar hewan di Lombok tengah, NTB

 

Video Terkait