Pasca Lebaran, Harga Daging Sapi Daerah Ini Masih Tinggi

Ilustrasi - Daging sapi. (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 19 Mei 2022 | 15:20 WIB

Sariagri - Harga daging sapi di Pasar Raya Kota Solok, Sumatera Barat, saat ini tercatat masih tinggi yakni mencapai Rp160 ribu per kilogram dari harga sebelum Lebaran 2022, yang Rp120 ribu per kg.

"Untuk daging sapi ini tergantung kualitasnya, ada juga pedagang yang mulai menjual Rp150 ribu per kilogramnya. Akan tetapi masih belum turun ke harga semula Rp120 per kilogram," kata Analis Ketahanan Pangan Kota Solok Rico Andria Budi, Kamis (19/5/2022).

Menurut Rico, tingginya harga daging sapi tersebut disebabkan karena stok sapi di Kota Solok rendah, sedangkan permintaan terus meningkat.

"Sehingga, menyebabkan harga daging sapi tidak kunjung turun," ujar dia.

Ia menyebutkan meningkatnya permintaan daging sapi di pasar raya Solok sudah berlangsung sejak seminggu menjelang Lebaran. Awalnya, harga daging sapi naik dari Rp120 ribu menjadi Rp140 ribu per kilogram, kemudian menjadi Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram.

Selain itu, ia juga mengatakan kenaikan harga daging sapi saat ini juga disebabkan karena jumlah sapi hidup yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Solok berkurang.

"Kenaikan harga daging sapi ini juga terimbas penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak yang beredar saat ini," ucap dia.

Akibatnya, hewan yang dipasok dari luar tidak masuk lagi ke Kota Solok, sehingga saat ini hanya mengandalkan sapi lokal yang ada di Kota Solok sementara permintaan masih meningkat.

"Ditambah lagi, saat ini daging dari Bulog tidak memasuki Kota Solok sehingga itulah yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga sapi karena kelangkaan daging sapi itu," ucap dia.

Menurutnya, dengan harga sapi yang melambung tinggi mencapai Rp160 ribu tersebut masyarakat pun juga tidak sanggup membeli karena terlalu tinggi harganya.

Ia juga mengatakan untuk memastikan ketersediaan daging menjelang perayaan Hari Raya Kurban nanti biasanya Dinas Pangan bersama Dinas Pertanian, Bidang Perekonomian, Setda, dan Rumah Potong Hewan (RPH) mengadakan survei Hari Besar Kebesaran Nasional (HBKN) menjelang hari raya Kurban setiap tahunnya.

"Jika saat survei ditemukan harga daging sapi naiknya berlebihan, maka diimbau untuk menurunkan harga ke para pedagang,"kata dia.

Selain itu, ia juga mengatakan harga daging ayam juga mengalami kenaikan harga sejak Idul Fitri 1443 Hijriah hingga sekarang, yakni dari Rp25 ribu per kilogram menjadi Rp30 ribu per kilogramnya.

Baca Juga: Pasca Lebaran, Harga Daging Sapi Daerah Ini Masih Tinggi
Pasca Lebaran, Harga Daging di Jakarta Masih Tinggi Rp160 Ribu per Kg

"Faktor yang menyebabkan harga ayam masih naik juga karena ketersediaannya berkurang dan permintaan masih meningkat hingga saat ini," kata dia.

Di samping itu, salah seorang warga Kota Solok Tirta Syanin (29) mengaku tidak sanggup membeli daging sapi dengan harga yang belum juga turun.

"Kalau harga daging masih tinggi, saya lebih memilih beli ikan saja dulu untuk keluarga," kata dia.

Ia mengatakan saat ini daging juga tidak terlalu menjadi kebutuhan pokok di rumahnya.

Video Terkait