Kopi Jadi Komoditas Unggulan Penggerak UMKM

Ilustrasi Kopi (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 22 Mei 2022 | 12:30 WIB

Sariagri - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan bahwa kopi menjadi komoditas unggulan yang menggerakkan kinerja UMKM dan koperasi, baik dari sisi hulu dan hilir. Hal ini dibuktikan dengan 96% perkebunan kopi Indonesia dikuasai oleh 1,3 juta petani dan lebih dari 2.950 kedai kopi dikelola anak muda dan pelaku ekonomi kreatif.

"Kopi dan rempah adalah komoditas unggulan negara kita yang harus dikelola baik. Harus dikuasai inovasi teknologinya, punya nilai tambah dan menyejahterakan petani," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (21/5).

Menteri Teten mengatakan bahwa Di tengah pandemi, tiap-tiap negara tengah mencari keunggulan domestiknya masing-masing. Oleh sebab itu, pengelolaan kopi sangat penting agar Indonesia tidak terus-menerus mengekor ke negara-negara maju.

Menurut Menteri Teten terdapat tiga tantangan untuk pengembangan kopi rakyat, di antaranya lemahnya kelembagaan usaha yang umumnya masih perorangan, rendahnya produktivitas dan kualitas produk UMKM dan koperasi, serta kesulitan akses pembiayaan dan pasar.

"Dalam hal ini, Kemenkop UKM memberikan dukungan dari hulu dan hilir," tegasnya.

Dari hulu, pihaknya akan melakukan penguatan kelembagaan usaha melalui korporatisasi petani kopi berbasis koperasi dan pengembangan model bisnis terintegrasi hulu-hilir dari mulai produksi, akses pembiayan, rantai pasok, dan pemasarannya.

Lebih lanjut, Menkop UKM menerangkan, pihaknya sudah melakukan beberapa piloting terkait korporatisasi petani ini. Salah satunya di Koperasi Produsen Baitul Qiradh Baburrayyan di Aceh Tengah yang diusahakan untuk menguasai pasar ekspor 345,6 ton Kopi Arabica Gayo ke pasar Amerika Serikat dan Eropa.

"Ini akan menjadi satu-satunya koperasi yang memiliki akses penjualan kopi langsung ke Starbucks," kata Teten.

Selain itu, terdapat juga Koperasi Klasik Beans-Sunda Hejo di Jawa Barat yang mengonsolidasikan petani perhutanan sosial dan akan memasok kopi specialty untuk kebutuhan dalam negeri dan mancanegara.

Baca Juga: Kopi Jadi Komoditas Unggulan Penggerak UMKM
Lulus Kurasi, Kopi Kawah Dempo Sumsel Rambah Pasar Australia

Dari sisi hilir, Kemenkop UKM mendorong konsumsi kopi di dalam negeri, di mana anak muda menjadi kunci. Hal ini dilakukan dengan perluasan kedai kopi ke daerah secondary city melibatkan komunitas kreatif dan basis pesantren.

"Kopi tak lagi sekadar minuman, apalagi diracik dengan rempah nusantara. Kopi telah menjelma menjadi kebutuhan hidup, memasok energi, dan menjadi bahasa universal bagi semua kalangan tanpa batas," ujarnya.

Video Terkait