Polda Kalsel Sosialisasikan Pembukaan Ekspor CPO ke Petani Sawit

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa'i. (Antara/Firman)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 22 Mei 2022 | 21:00 WIB

Sariagri - Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menyosialisasikan pembukaan keran ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan produk turunannya termasuk minyak goreng ke petani kelapa sawit. Para petani itu tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalsel.

"Dengan sosialisasi ini kami harapkan petani sawit dapat memahami kebijakan yang diambil pemerintah sehingga tetap mendukungnya demi kondisi pasar minyak goreng yang lebih baik," ujar Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa'i di Banjarmasin, Minggu (22/5/2022).

Selain kebijakan pencabutan larangan ekspor, dalam sosialisasinya polisi juga memberikan penyuluhan terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Rifa'i mengingatkan tidak lama lagi Indonesia menghadapi musim kemarau. Biasanya musim kemarau diiringi potensi munculnya bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Untuk itu, petani sawit diingatkan agar tetap menerapkan pertanian ramah lingkungan tanpa harus membakar lahan dan tindakan melanggar hukum lainnya.

Sementara Ketua DPD Apkasindo Kabupaten Barito Kuala Darmono mengatakan, petani kelapa sawit harus melalui masa sulit dan berat selama kebijakan larangan ekspor CPO dan produk turunannya.

"Harga tandan buah segar (TBS) anjlok sampai sampai 70 persen. Kami benar-benar menjerit ketika keran ekspor ditutup oleh Presiden Jokowi," katanya.

Diakui Darmono, sawit sumber utama pendapatan bagi para petani sekaligus harapan dan masa depan ekonomi Indonesia. Penerapan kebijakan larangan ekspor CPO dan produk turunannya ikut memukul perekonomian petani sawit.

Baca Juga: Polda Kalsel Sosialisasikan Pembukaan Ekspor CPO ke Petani Sawit
Larangan Ekspor CPO Dicabut, Ekonom: Harga TBS Petani Bakal Naik



Meski begitu, dia sepakat jika minyak goreng sawit harus tersedia dan terjangkau di pasar domestik. Karena itu, Apkasindo meminta peristiwa larangan ekspor sebagai intropeksi bersama untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan tata kelola industri CPO dan produk turunannya.

"Industri sawit yang berkelanjutan harus dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian baik negara, petani hingga masyarakat sebagai konsumen minyak goreng," katanya.

Video Terkait