Singapura Dihantui 'Krisis' Pasokan Ayam, Malaysia Mulai Pulih

Ilustrasi ayam petelur (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 3 Juni 2022 | 21:00 WIB

Sariagri - Pasokan ayam dan telur di Johor, Malaysia, diprediksi akan pulih dalam dua minggu ke depan. Hal ini seiring dengan mulai melandainya permintaan masyarakat.

Ketua Komite Investasi, Perdagangan dan Urusan Konsumen Johor, Lee Ting Han, mengatakan pasokan sejatinya mulai mencukupi. Namun, ia mengakui ada laporan terkait rendahnya pasokan di daerah pedesaan karena tingginya permintaan selama musim hari raya.

"Kami memperkirakan permintaan ayam dan telur akan menurun dalam dua minggu ke depan dan pasokan akan kembali normal," katanya, dikutip dari The Strait Times, Jumat (3/6/2022).

"Ini juga didukung oleh intervensi pemerintah federal dalam memberikan subsidi 60 sen per kg ayam dan 5 sen per telur yang diberikan kepada peternak sejak 5 Februari, selain larangan ekspor ayam mulai Rabu," tambahnya.

Ia menegaskan ekspor ayam masih akan dihentikan sampai harga dan pasokan benar-benar stabil. Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob telah mengumumkan pada bulan Mei bahwa ekspor ayam akan dihentikan mulai 1 Juni untuk menjaga pasokan dan harga domestik.

"Johor adalah salah satu pemasok ayam terbesar di negara ini, dan di Yong Peng saja, kami memiliki lebih dari 100 peternakan ayam," katanya.

Lee mengatakan Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Konsumen telah melakukan pemeriksaan harian untuk memastikan pasokan ayam di Johor tetap mencukupi.

Baca Juga: Singapura Dihantui 'Krisis' Pasokan Ayam, Malaysia Mulai Pulih
Selain Larang Ekspor Ayam, Malaysia Bakal Hentikan Subsidi untuk Peternak

"Sampai hari ini, kami telah menerima 42 pengaduan tentang kenaikan harga dan pasokan ayam dan mereka telah diselidiki untuk diambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Harga dan Anti-Profiteering 2011," paparnya.

Berbeda dengan Malaysia yang telah memproyeksikan pulihnya pasokan ayam, tetangganya, Singapura, masih kesulitan mengatasi ancaman pasokan ayam. Kelangkaan yang terjadi bahkan telah memukul bisnis dan juga konsumsi masyarakat Negeri Singa.

Video Terkait