Kurangi Impor dari Cina, Negara Ini Tingkatkan Pertanian Tanaman Obat

Ilustrasi - Obat herbal Cina. (Pixabay/nextvoyage)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 6 Juni 2022 | 18:50 WIB

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan mengusulkan anggaran senilai NT$70 juta atau sekitar Rp34 miliar untuk mensubsidi budidaya tanaman obat dalam upaya mengurangi ketergantungan impor dari Cina, seperti dilansir Taipei Times.

 

Taiwan mengimpor lebih dari 20.000 ton bahan per tahun dari Cina untuk membuat obat-obatan tradisional, termasuk herbal yang digunakan untuk membuat Taiwan Chingguan Yihau, atau NRICM101, formula herbal tradisional yang dikembangkan secara lokal dan dianggap efektif melawan Covid-19.

 

Kementerian Kesehatan Taiwan juga mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Council of Agriculture/COA untuk mengembangkan daftar tanaman obat yang dapat dimakan, serta dapat ditanam di Taiwan.

Baca Juga: Salut Banget Nih! Dokter Ini Berdayakan Warga Desa untuk Pertanian Obat
Aduh! Keledai Diperdagangkan Secara Brutal Akibat Permintaan Kulit untuk Bahan Obat

 

Saat ini, mereka telah berhasil meningkatkan teknik untuk menumbuhkan akar salvia dan mengerjakan aplikasi ramuan di Stasiun Penelitian dan Penyuluhan Pertanian Distrik Hualien.

 

Teknik tersebut dibagikan kepada Asosiasi Petani Kotapraja Jian di Kota Hualien, yang telah lama bekerja dengan petani akar salvia.

 

Namun, sebagian besar tanaman obat masih ditanam dalam skala kecil di Taiwan. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan Taiwan mengusulkan rencana revitalisasi pengobatan tradisional Cina.

 

Dewan Pembangunan Nasional Taiwan telah menyetujui proposal tersebut dan rencananya anggaran tersebut akan digunakan untuk mensubsidi budidaya tanaman herbal, serta pemrosesan dan kualitas kontrol.

 

Petani yang menyewa tanah nasional untuk budidaya tanaman obat akan dijamin sewa 10 tahun dan menerima bonus untuk mengurangi ketergantungan Taiwan pada tanaman impor.

 

Wakil Menteri COA, Chen Junne-jih, menjelaskan bahwa mempromosikan budidaya dan penggunaan tanaman obat telah menjadi prioritas dewan selama beberapa tahun terakhir.

 

Mengingat pentingnya prosedur standar budidaya tanaman obat, Dewan Pertanian Taiwan juga telah membuat pedoman tentang penyemprotan dan kualitas kontrol tanaman.

 

Pertanian kontrak dan skala besar dianggap sebagai metode yang disukai untuk tanaman obat karena memungkinkan tanaman untuk dikelola lebih mudah setelah panen.

 

Video Terkait



Baca Juga: Kurangi Impor dari Cina, Negara Ini Tingkatkan Pertanian Tanaman Obat
Salut Banget Nih! Dokter Ini Berdayakan Warga Desa untuk Pertanian Obat