Pengolahan Minyak Makan Merah Perkuat Pasokan Migor ke Masyarakat

Menkop dan UKM, Teten Masdukidorong wirausaha dari kalangan perempuan. (Kemenkop dan UKM)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 10 Juni 2022 | 19:55 WIB

Sariagri - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan pembangunan pabrik minyak makan merah hanya memerlukan investasi sebesar Rp7 miliar untuk menghasilkan lima ton minyak makan merah per jam melalui teknologi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, Sumatera Utara.

Pengolahan minyak makan merah yang dinilai sederhana juga menjadi faktor optimisme Menkop bahwa koperasi mampu membangun pabrik menggunakan komoditas tersebut.

"Dengan adanya pabrik minyak makan merah dari koperasi ini, diharapkan akan memperkuat pasokan minyak goreng ke masyarakat yang lebih murah dan sehat. Turunannya juga bisa jadi produk kosmetik, farmasi, dan masih banyak lainnya," katanya di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dalam kesempatan tersebut, ia melakukan dialog dengan petani sawit binaan Koperasi Sawit Unggul Sejahtera.

Teten mengajak seluruh petani sawit di kabupaten itu untuk bergabung ke dalam koperasi dan membuat pabrik minyak makan merah agar dapat memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri.

"Kita perlu membangun koperasi sawit yang tidak bergantung kepada industri, sehingga petani mendapat keuntungan dari hasil TBS (Tandan Buah Segar) sawit mereka," ujar Menkop.

Jika tidak ada ketergantungan dengan industri, para petani sawit disebut bakal mendapatkan nilai tambah dan mampu menerima manfaat dari pengelolaan bisnis sawit.

Terkait pembiayaan, Teten mengatakan koperasi dapat memanfaatkan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), PT Bank Rakyat Indonesia, dan LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah) untuk membangun pabrik minyak makan merah.

Baca Juga: Pengolahan Minyak Makan Merah Perkuat Pasokan Migor ke Masyarakat
Adanya Larangan Ekspor, Perusahaan Sawit Siap Taat Aturan Pemerintah

Pada pertemuan itu, Ketua Koperasi Sawit Unggul Sejahtera Gus Bahari Harahap mengungkapkan total lahan sawit dari para petani di Kabupaten Serdang Bedagai mencapai 1.800 hektare.

Namun, para petani sawit sedang kebingungan akibat naik turunnya harga sawit.

"Kami hanya punya harapan di sini, jadi kami mendukung untuk kemandirian pangan. Wujudkanlah harapan dan cita cita kami dan semoga kedatangan Menteri Teten dapat menjadi jalan keluar untuk permasalahan ini," ucap Gus Harahap.

Video Terkait