Beli Migor Curah Wajib Lewat QR Code, yang Nggak Punya Smartphone Gimana?

Minyak goreng curah. (Antara)

Editor: Reza P - Sabtu, 11 Juni 2022 | 13:30 WIB

Sariagri - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menemukan cara ampuh menanggulangi polemik minyak goreng di tanah air. Dia menyarankan menggunakan sistem QR Code.

Luhut menjelaskan bahwa ke depan pembelian minyak goreng curah akan menerapkan sistem QR Code layaknya aplikasi PeduliLindungi.

“Pengendalian pembelian minyak goreng pun akan menggunakan aplikasi (seperti) PeduliLindungi melalui scan QR code dengan penyesuaian yang telah dilakukan. QR code, juga saya sudah dilaporkan tadi malam kita akan mulai segera ke depan ini,” ujar Luhut.

Sistem QR Code tersebut akan dapat diakses melalui aplikasi bernama Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah). Dia menegaskan bahwa semua penjual minyak goreng curah wajib terdaftar dalam Simirah, ketika ingin mendapatkan minyak goreng curah.

“Sekarang sudah banyak daerah yang terus menurun dan memang tadi Bapak Kapolri baru menyampaikan masih ada harga di Rp 16 ribu dan Rp17 ribu tapi sedikit dan sudah banyak sekarang Rp 14 ribu dan Rp 15 ribu (per liter),” katanya.

Baca Juga: Beli Migor Curah Wajib Lewat QR Code, yang Nggak Punya Smartphone Gimana?
Siap-siap! Luhut Bakal Audit Perusahaan Tak Dukung Kebijakan Minyak Goreng

Diharapkan harga jual minyak goreng curah dalam aplikasi Simirah, dibanderol dengan harga Rp 14 ribu per liter.

Luhut menyadari bahwa munculnya ide ini akan banyak mendapat pertentangan dari berbagai pihak. Dia pun berjanji untuk terus mengevaluasi penerapan aplikasi Simirah ini.

“Berbagai kebijakan pemerintah yang telah dibuat hari ini pastinya tidak dapat menyenangkan semua pihak. Kami akan terus berusaha, mengevaluasi dan menyempurnakan kebijakan ini agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Video Terkait