Harga Kedelai Melonjak, Dipicu Stok AS Berkurang

Panen kedelai di negara produsen terbesar dunia (Pixabay)

Editor: Yoyok - Senin, 13 Juni 2022 | 09:15 WIB

Sariagri - Harga kontrak kedelai berjangka di Bursa Komoditas Chicago menguat pada Senin (13/6) pagi. Harga ini di pasar meningkat untuk lima dari enam sesi terakhir dan diperdagangkan mendekati level tertinggi sepanjang masa pekan lalu karena didukung perkiraan persediaan Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah.

Gandum melonjak 1,5 persen karena kekhawatiran atas pasokan dari wilayah Laut Hitam menopang harga, sementara jagung naik setelah ditutup sebagian besar tidak berubah pada sesi Jumat.

Reuters melaporkan harga kontrak kedelai yang paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,1 persen menjadi 1.747 dolar AS per bushel ata gantang pada pukul 07.09 WIB, tidak jauh dari rekor tertinggi Kamis, yakni 1.784 dolar AS per bushel.

Sedangkan harga gandum melesat 1,5 persen menjadi 1.086 dolar AS per bushel dan jagung bertambah 0,7 persen menjadi 778,50 dolar AS per bushel.

Pemerintah AS melaporkan stok kedelai Amerika diperkirakan lebih kecil dari ekspektasi sebelumnya, karena permintaan ekspor untuk penawaran AS tetap kuat, bahkan dengan pasokan yang baru dipanen dari Brasil dan Argentina tersedia bagi pasar internasional.

Sementara itu, Departemen Pertanian Amerika (USDA) memangkas prospeknya untuk stok kedelai akhir 2021/22 menjadi 205 juta bushel dari 235 juta. Untuk tahun pemasaran 2022/23, perkiraan stok kedelai dipotong menjadi 280 juta dari 310 juta.

Stok akhir jagung dipatok pada 1,485 miliar bushel untuk 2021/22 dan 1,400 miliar untuk 2022/23, dengan prospek ekspor untuk tahun pemasaran 2021/22 dipotong 50 juta menjadi 2,450 miliar bushel.

Baca Juga: Harga Kedelai Melonjak, Dipicu Stok AS Berkurang
Harga Kedelai Menguat di Tengah Prospek Permintaan Ekspor AS

USDA memproyeksikan stok gandum akhir 2022/23 di 627 juta bushel atau naik 6 juta bushel dari bulan sebelumnya.

Minimnya pasokan gandum dari Ukraina yang dihantam perang terus mendukung harga gandum global.

Kondisi tanaman gandum soft Prancis memburuk selama enam pekan berturut-turut, data dari kantor pertanian FranceAgriMer menunjukkan, tetapi penurunan yang lebih kecil pada minggu terakhir menunjukkan hujan dan suhu yang lebih dingin mungkin membatasi kondisi kekeringan musim semi.

Diperkirakan 66 persen dari tanaman gandum Prancis dalam kondisi baik atau sangat baik dalam pekan hingga 6 Juni, dibandingkan 67 persen pada minggu sebelumnya, FranceAgriMer mengatakan dalam laporan tanaman sereal, Jumat. Spekulan besar memotong net long position mereka di CBOT jagung berjangka dalam pekan hingga 7 Juni.

Video Terkait