Nilai Ekspor Pertanian Daerah Ini ke Cina Capai Rp2,36 Triliun

Bungkil kelapa. (commons wikimedia)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 14 Juni 2022 | 10:45 WIB

Sariagri - Akumulasi nilai ekspor pertanian Sulawesi Utara (Sulut) ke Cina mencapai Rp2,36 triliun. Angka ini hampir separuh dari total nilai ekspor provinsi itu pada tahun 2021 yang sebesar Rp5,8 triliun.

"Total nilai ekspor Sulut pada periode tersebut sebesar Rp5,8 triliun," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Manado Donni Muksydayan, di Manado, Senin.

Setelah Cina, nilai ekspor terbanyak ke Malaysia Rp968,9 miliar, Amerika Serikat (AS) Rp687,33 miliar, Belanda Rp632,93 miliar, India Rp382,15 miliar, dan Vietnam Rp208,21 miliar.

Selanjutnya, Korea Selatan senilai Rp164,69 miliar, Jerman Rp84,17 miliar, Spanyol Rp72,79 miliar, Thailand Rp68,48 miliar serta negara-negara lainnya senilai Rp256,72 miliar.

"Nilai ekspor tahun 2021 tersebut naik sebesar 109 persen bila dibandingkan dengan nilai ekspor tahun 2020," katanya.

Total ragam komoditas pertanian yang diekspor 85 jenis, sementara komoditas bungkil kelapa menjadi yang terbanyak diserap pasar ekspor.

Komoditas pertanian lainnya yang menyertai ekspor bungkil kelapa yaitu minyak kelapa mentah, ampas sawit, minyak kelapa, minyak sawit mentah, kelapa parut, 'palm kernel expeller', santan kelapa, dan pala biji.

Baca Juga: Nilai Ekspor Pertanian Daerah Ini ke Cina Capai Rp2,36 Triliun
5 Komoditas Berkontribusi Besar, Ekspor Sulsel Tembus 600,4 Juta Dolar AS



Dia menambahkan pada Mei lalu, Sulut melakukan ekspor ke sebelas negara tujuan dengan volume 17.650 ton senilai Rp83 miliar. Total nilai ekspor provinsi ujung utara Sulawesi sejak Januari-April 2022 telah mencapai Rp2,45 triliun.

"Kami akan terus melakukan inovasi-inovasi agar semakin banyak ragam komoditas pertanian Sulut yang menembus pasar ekspor," pungkasnya.

Video Terkait