Keren, IKM Pengolah Daun Nanas Asal NTB Sukses Tembus Pasar Eropa

Pengolahan serat daun nanas jadi bahan baku pembuatan kain. (SariAgri/Yongki)

Editor: Dera - Rabu, 15 Juni 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Pinallo merupakan salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) yang mengolah limbah daun nanas menjadi produk berkualitas tinggi. IKM asal Nusa Tenggara Barat (NTB) memberdayakan masyarakat lokal, di mana dalam proses produksinya memanfaatkan daun nanas untuk dijadikan serat benang.

Serat benang inilah yang dikelola untuk dimanfaatkan para perajin membuat pakaian, tas, topi, songket dan ragam produk lainya yang membutuhkan kain sebagai bahan baku. 

Siti Aisyah, founder dari Pinallo mengungkapkan produk yang menarik dan berkualitas buatannya tidak hanya dinikmati oleh pangsa pasar dalam negeri saja seperti Jawa, Sulawesi dan Bali, namun sudah diekspor hingga benua Eropa, seperti Italy, Slovenia, Belanda.

Produk dari Pinallo pun juga sangat variatif, seperti dompet, tas, jaket, pouch, baju dan beberapa produk lainnya. Semua produk tentunya dihasilkan dengan kualitas terbaik yang berbahan baku daun nanas.

“Omzet Pinallo saat ini kurang lebih Rp25 juta per bulan," Kata Aisyah. 

Pengolahan serat daun nanas jadi bahan baku pembuatan kain. (SariAgri/Yongki)
Pengolahan serat daun nanas jadi bahan baku pembuatan kain. (SariAgri/Yongki)

Tak hanya itu, Aisyah juga menjelaskan bahwa selain untuk mengolah limbah organik secara tepat guna, keberadaan Pinallo juga mampu menyerap tenaga kerja, terutama para ibu rumah tangga untuk membuat produk dari serat daun nanas. 

"Hingga saat ini, Pinallo telah memberikan peluang kerja bagi 18 orang ibu-ibu di sekitar Lombok Tengah," ujarnya.

Aisyah berharap, kolaborasi dengan sejumlah pihak dapat terus dilakukan untuk membuat  terobosan membangun IKM baru dan juga mengembangkan IKM yang telah terbentuk, dengan memanfaatkan produk lokal dan juga dari limbah organik. 

“Ke depan, semoga lebih banyak IKM naik kelas, tidak hanya berjaya di nusantara namun juga menembus pasar dunia yang lebih besar lagi," harap Aisyah. 

Berkat kesuksesannya merintis IKM yang ia namakan Pinallo itu, Aisyah kini semakin banyak dilirik oleh stakeholder dan instansi pemerintahan untuk memperoleh bantuan, terutama dari PLN yang memberikan dukungan berupa mesin ekstraksi serat daun nanas.

"Terima kasih kepada PLN yang telah memberikan bantuan berupa mesin ekstraksi yang sangat membantu dalam proses pengolahan sampah organik ini," tutur Aisyah. 

Baca Juga: Keren, IKM Pengolah Daun Nanas Asal NTB Sukses Tembus Pasar Eropa
Ekspor Buah Dikenakan Tarif Tinggi, Kemenkop Janji Perjuangkan Penurunan

Sementara itu, Refa Purwati, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN NTB menjelaskan bantuan berupa mesin ekstraksi ini sendiri telah diberikan sebanyak dua kali. Tujuannya tentu saja untuk membuat proses produksi pengolahan limbah daun nanas menjadi lebih efektif dan efisien.

“Tentunya kami harus mengambil peran dalam membantu upaya pemerintah untuk mengembangkan IKM yang ada di NTB. Dan ini adalah salah satu bentuk dukungan yang bisa kami berikan," tutur Refa. (SariAgri/yongki)  

Video Terkait