Dedak Gandum Senilai Rp7,2 Miliar Diekspor ke Cina

Petugas karantina melakukan pemeriksaan dedak gandum sebelum diekspor ke Cina. (Barantan)

Editor: M Kautsar - Kamis, 16 Juni 2022 | 17:05 WIB

Sariagri - Baru-baru ini Karantina Pertanian Cilegon kembali memfasilitasi ekspor komoditas pertanian berupa dedak gandum ke negara tujuan Cina. Ekspor dedak gandum ini mencapai 512 ton dengan nilai sebesar Rp7,2 miliar.

Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusnila Dewi, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus bekerja dalam menggenjot produk ekspor dari wilayah Banten khususnya dalam bidang pertanian sesuai dengan arahan Menteri pertanian dan Kepmentan Nomor 42 Tahun 2020 tentang Badan Karantina Pertanian sebagai Task Foce Gratieks.

“Kami akan terus bekerja dalam meningkatkan produktivitas ekpor komoditas dari wilayah Banten sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan dan menjaga agar produk ekspor berjalan sesuai Standar Operasional (SOP) yang telah ditetapkan,” ujar Arum seperti dikutip dari Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kamis (16/6/2022).

Baca Juga: Dedak Gandum Senilai Rp7,2 Miliar Diekspor ke Cina
Nilai Ekspor Pertanian Sulut ke Cina Tembus Rp2,36 Triliun

Sebelum diekspor, pihak karantina pertanian melakukan serangkaian tindak karantina mulai dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan kesehatan secara visual dan tindakan karantina lainnya untuk memenuhi ketentuan sanitary and phytosanitary measure (SPS).

Untuk diketahui, dedak gandum merupakan produk samping dari pengolahan biji gandum menjadi tepung. Meski produk samping, dedak gandum tidak boleh dipandang sebelah mata. Di negara tujuan ekspor dedak gandum ini biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak ataupun pelet ikan.

Video Terkait