Harga Kedelai Melonjak Setelah Anjlok Selama Empat Hari

Ilustrasi - Pertanian kedelai. (Pixnio)

Editor: Yoyok - Kamis, 16 Juni 2022 | 15:55 WIB

Sariagri - Harga kontrak komoditas biji-bijian, seperti kedelai, jagung, dan gandum mengalami penguatan di Bursa Komoditas Chicago atau Chicago Board of Trade (CBOT) pada perdagangan Kamis (16/6) siang. 

Harga kedelai berjangka menguat karena trader memburu "barang murah" setelah penurunan empat hari, meski perkiraan cuaca yang membaik di beberapa bagian Midwest Amerika Serikat membatasi harga.

Gandum berjangka juga naik setelah ditutup sebagian besar tidak berubah pada sesi Rabu.

"Petani Amerika memiliki awal yang sangat basah untuk musim tanam jagung dan kedelai," kata Phin Ziebell, ekonom National Australia Bank. 

"Terjadi banjir di beberapa daerah, jadi saya pikir perkiraan kekeringan akan menguntungkan bagi tanaman."

Harga kontrak kedelai yang paling aktif dari Chicago Board of Trade (CBOT) meningkat 0,31 persen menjadi 1.528,25 dolar AS per bushel atau gantang pada pukul 13.20 WIB.

Bloomberg pada pukul 16.00 WIB mencatat harga gandum berjangka CBOT bertambah 0,15 persen menjadi 1,065.00 dolar AS per bushel dan jagung naik 0,55 persen menjadi 725 dolar AS per bushel

Trader jagung dan kedelai memantau musim panas di Midwest, di mana penanaman dua komoditas tersebut hampir selesai setelah awal yang lambat akibat cuaca dingin dan basah pada April dan Mei.

Sebelumnya, Rusia mengatakan telah menawarkan "jalan yang aman" bagi pengiriman gandum Ukraina dari pelabuhan Laut Hitam tetapi tidak bertanggung jawab untuk membangun koridor, dan Turki menyatakan kapal dapat dipandu di sekitar ranjau laut.

Pengiriman biji-bijian Ukraina terhenti sejak invasi dan blokade pelabuhan oleh Rusia, melambungkan harga global untuk biji-bijian, minyak goreng, bahan bakar, dan pupuk.

Baca Juga: Harga Kedelai Melonjak Setelah Anjlok Selama Empat Hari
Kondisi Cuaca Memburuk, Harga Kedelai dan Gandum Berjangka Naik

PBB berusaha menengahi kesepakatan untuk melanjutkan ekspor Ukraina serta ekspor makanan dan pupuk Rusia, yang menurut Moskow dirugikan oleh sanksi.

Impor gandum Rusia dari Mesir melesat 84 persen pada Maret-Mei dari periode yang sama tahun lalu, data pengiriman menunjukkan, meski trader mengatakan ada beberapa komplikasi seputar pembayaran dan pengiriman.

Video Terkait