Miliki Stok Cukup, India Tidak Berencana Batasi Ekspor Beras

Butiran beras. (Piqsels)

Editor: M Kautsar - Jumat, 17 Juni 2022 | 17:50 WIB

Sariagri - Seorang pejabat tinggi di Kementerian Pangan India mengatakan bahwa negaranya memiliki stok bahan pokok yang cukup dan tidak ada rencana untuk membatasi ekspor beras.

Keputusan India untuk melarang ekspor gandum pada 14 Mei lalu menimbulkan kekhawatiran tentang potensi pembatasan ekspor beras. Kondisi itu mendorong para pedagang beras untuk meningkatkan pembelian.

“Kami memiliki stok beras lebih dari cukup, jadi tidak ada rencana untuk mempertimbangkan [pembatasan ekspor] ini” ujar Menteri Pangan Sudhanshu Pandey menanggapi pertanyaan tentang apakah India akan mempertimbangkan pembatasan ekspor beras, seperti dikutip dari Reuters. 

Saat ini, India memiliki stok beras lebih dari cukup, dan harga lokal lebih rendah dari harga yang ditetapkan negara bagian di mana pemerintah membeli beras dari petani. Stok beras giling dan padi di lumbung pemerintah sebesar 57,82 juta ton, lebih dari empat kali lipat dari target 13,54 juta ton. 

India mengekspor beras ke lebih dari 150 negara. Setiap pengurangan pengiriman akan memicu inflasi pangan. India, juga konsumen beras terbesar dunia setelah Cina, memiliki pangsa pasar sekitar 40 persen dari perdagangan beras global. 

Ekspor beras India menyentuh rekor 21,5 juta ton pada tahun 2021, lebih banyak dari pengiriman gabungan dari empat eksportir biji-bijian terbesar dunia berikutnya, Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Amerika Serikat. 

Baca Juga: Miliki Stok Cukup, India Tidak Berencana Batasi Ekspor Beras
Soal Permintaan Ekspor Beras ke Cina, DPR : Pemerintah Perlu Hati-Hati

Di kesempatan berbeda, Pandey mengatakan bahwa Pemerintah India tidak berencana menaikkan batas ekspor gula.

Pada bulan lalu, New Delhi memberlakukan pembatasan ekspor gula untuk pertama kalinya dalam enam tahun. India membatasi ekspor musim ini pada angka 10 juta ton.

Presiden Asosiasi Pabrik Gula India, Aditya Jhunjhunwala, telah meminta pemerintah untuk mengizinkan lebih banyak ekspor mengingat panen yang diharapkan lebih besar.

Video Terkait