Kelangkaan Pangan Dunia Jadi Peluang Eksportir Makanan Thailand

Ilustrasi gandum. (Antara)

Editor: Putri - Senin, 20 Juni 2022 | 12:20 WIB

Sariagri - Kelangkaan pangan global diperkirakan akan meningkat selama kuartal ketiga dan keempat tahun ini. Menurut Federasi Industri Thailand (FTI), kelangkaan tersebut kemungkinan besar akan menguntungkan industri ekspor makanan Thailand.

Banyak negara diperkirakan akan mengalami kekurangan pangan karena negara-negara seperti India, Serbia, Kazakhstan, Kosovo dan Mesir membatasi ekspor makanan. Makanan tersebut termasuk gandum, kata ketua FTI Kriengkrai Thiennukul.

Penimbunan makanan tampaknya tidak dapat dihindari, menyusul hasil panen yang semakin turun akibat dari kekurangan pupuk dan pakan ternak di tengah perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung.

"Rusia dan Ukraina adalah salah satu pengekspor komoditas terbesar," kata Kriengkrai, mengutip Bangkok Post.

Rusia adalah pengolah dan pengekspor baja utama serta produsen utama gandum dan jagung. Bahan-bahan tersebut digunakan untuk memberi makan hewan. Sementara Ukraina adalah pengekspor gandum yang substansial.

FTI percaya industri makanan Thailand akan mendapat manfaat dari situasi ini karena pesanan pembelian meningkat di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kekurangan makanan.

"Pabrik makanan Thailand telah menyiapkan bahan baku untuk pengolahan makanan guna memenuhi permintaan yang meningkat di pasar makanan global yang terkena dampak perang," ujar Kriengkrai.

Federasi tersebut mengatakan tidak terlalu mengkhawatirkan kelangkaan bahan baku di Thailand. Hal tersebut dikarenakan Negeri Gajah Putih ini kaya akan produk pertanian.

Saat ini FTI memantau lonjakan harga minyak global, yang dapat menyebabkan kenaikan inflasi lebih lanjut, kata Kriengkrai. Naiknya harga minyak dunia dikaitkan dengan lonjakan cepat inflasi Thailand.

Baca Juga: Kelangkaan Pangan Dunia Jadi Peluang Eksportir Makanan Thailand
Produk Makanan Indonesia Laris Manis di Belgia

Kantor Kebijakan dan Strategi Perdagangan Thailand melaporkan, inflasi utama pada Mei mencapai level tertinggi 13 tahun, yaitu di 7,1 persen.

Sebelumnya FTI mengatakan Indeks Sentimen Industri Thailand turun ke level terendah tujuh bulan di 84,3 poin pada Mei. Hal tersebut terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi mulai dari kenaikan inflasi hingga konflik politik di luar negeri.

Video Terkait