Melihat Perjalanan VOC yang Kaya dari Rempah Indonesia

Ilustrasi rempah. (Foto: Pixabay)

Editor: Putri - Kamis, 23 Juni 2022 | 18:20 WIB

Sariagri - Tidak asing lagi bahwa Indonesia disebut sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati dunia. Indonesia diketahui memiliki 11 persen jenis tumbuhan dunia.

Mengutip Jalur Rempah Kemdikbud, Indonesia memiliki jenis tanaman lebih dari 30.000 spesies, yang sebagian di antaranya dipergunakan dan dikenal sebagai rempah. Cengkih, pala, jahe dan lainnya menjadi komoditas utama bagi Indonesia.

Keistimewaan ini silam membuat Indonesia dijajah, salah satunya oleh negara Belanda. Dari hasil mengeksploitasi rempah-rempah Indonesia, perusahaan niaga asal Belanda yaitu Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) memperoleh kekayaan.

Rempah-rempah memang menjadi ladang emas. Bagaimana tidak, satu kantong rempah bisa untuk membeli kawanan ternak.

Abad ke-15 disebut sebagai "abad rempah-rempah” yang mengubah citra kuliner Eropa yang sebelumnya dinilai tidak berselera. Rempah-rempah menjadi andalam untuk penguat citarasa hidangan kerajaan-kerajaan di Eropa.

Mengutip Duch Review, Kamis (23/6/2022), VOC membawa kekuatan dan kekayaan Belanda sambil mengeksploitasi penduduk lokal, menciptakan koloni, dan memperdagangkan manusia.

Di Jakarta atau dulu masih dikenal sebagai Batavia, VOC melakukan penanaman tanaman komersial pada awal abad 17. Kita dapat melihat ini sebagai langkah yang jelas dari perdagangan rempah-rempah yang mereka monopoli dan mereka juga bisa mendapatkan keuntungan dari tanah yang bukan milik Belanda.

Menurut laporan Badan Litbang Kemendagri, tanaman rempah memicu banyak konflik hingga pertumpahan darah seiring dengan berkuasanya VOC. Setelah berhasil menguasai Batavia pada 1602, VOC terus-menerus memerangi bangsa lain serta menyulut api permusuhan.

Baca Juga: Melihat Perjalanan VOC yang Kaya dari Rempah Indonesia
Begini Wujud Asli 8 Tanaman Bumbu Dapur yang Jarang Diketahui

VOC juga mengambil alih wilayah lainnya seperti di Maluku untuk menguasai rempah-rempah dan terus meningkatkan kekuatan. Pada akhir abad 17, VOC telah terlibat dalam politik internal Jakarta, meskipun niat awal mereka untuk tidak terlibat dalam urusan dalam negeri.

Pada abad ke-19, Belanda mulai mendepak rempah-rempah. Mereka lebih banyak fokus di pulau Jawa dan beralih ke komoditas lain seperti kopi dan teh yang dinilai lebih memberi untung di pasar dunia.

Hal tersebut juga dilakukan demi menutupi utang-utang VOC dan kebangkrutannya jelang akhir abad ke-18.

Video Terkait