Sempat Terhenti, Porang Asal Sulsel Kembali Diekspor ke Cina

Ilustrasi porang. (Dok.kementan)

Editor: Dera - Jumat, 24 Juni 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Sebanyak dua perusahaan asal Sulawesi Selatan kembali mendapatkan rekomendasi untuk melakukan ekspor serpih porang ke Cina, setelah harus terhenti karena adanya penutupan ekspor dari negara tujuan.

Kedua perusahaan tersebut, yakni PT Harvestama Biota Alam dan PT Insan Agro Sejahtera.

Kepala Balai Karantina Pertanian Makassar Lutfie Natsir mengatakan pengajuan proses rekomendasi ekspor dan eksportir serpih porang tujuan Cina tahap pertama, dilakukan oleh Badan Karantina Perantina kepada GACC pada Maret 2022.

Pihak tersebut meregistrasi dan merekomendasikan dua perusahaan eksportir serpih porang asal Sulsel, yaitu PT Harvestama Biota Alam dan PT Insan Agro Sejahtera.

Tahapan registrasi ekspor ini berhasil dilakukan dengan diterbitkannya nomor registrasi GACC pada system China Import Food Enterprises Registration (CIFER).

"Selama ini kita melakukan ekspor porang tapi bukan ke Cina, ke Vietnam. Namun dengan dibukanya ekspor ini, kita harap ekspor porang dapat berkesinambungan serta harga porang bisa naik," ujar Lutfie di Makassar. 

Sejalan dengan Kepala Balai Karantina Pertanian Makassar, Koordinator Bidang Tumbuhan, Nuni Ujiani Natsir, juga menyambut baik dibukanya ekspor porang ini. Terlebih karena perusahaan yang disertifikasi pertama adalah perusahaan berasal dari Sulsel.

"Kami berharap, dengan dibukanya ekspor porang ke Cina yang sempat terhenti dapat menggenjot kembali geliat ekspor porang di Sulsel," katanya.

Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang menjadi sentra produksi porang di Indonesia. Beberapa daerah yang menjadi daerah pengembangan produksi porang di Sulsel, antara lain Gowa, Pangkep, Bone, Soppeng, Wajo, Pinrang, Sidrap, Luwu, Sinjai, Bulukumba, Barru, Maros, Takalar, Bantaeng, dan Sidrap.

"Kami selalu berupaya melakukan pendampingan terhadap para eksportir, bukan hanya porang tetapi juga komoditas lain sebagai bentuk dukungan kami terhadap percepatan Gratieks," ujar dia.

Selain Cina, terdapat beberapa negara yang merupakan tujuan ekspor porang dari Sulsel, seperti Vietnam, Hongkong, Thailand, Laos, Malaysia, dan Cile. Dengan besaran ekspor porang dari tahun 2019 hingga tahun 2021 berturut-turut adalah 727 ton, 1.045, 89 ton, dan 1.011,20 ton.

Baca Juga: Sempat Terhenti, Porang Asal Sulsel Kembali Diekspor ke Cina
Karantina Pertanian Makassar Galakkan Ekspor Porang dan Kopi



Antara melansir, ekspor porang ke Cina sempat dihentikan sejak Juni 2020 melalui Notice on Stopping Release of Imported Konjac Chips. Hal ini mengakibatkan dihentikannya pelepasan serpih porang Indonesia yang telah tiba di Cina maupun terhentinya ekspor serpih porang tujuan negara tersebut.

Aktivitas tersebut mengakibatkan penurunan yang cukup signifikan terhadap ekspor serpih porang dari Indonesia menuju China di tahun 2021, dengan besaran penurunan 75 persen dari tahun 2020 hingga 2021.

Video Terkait