Ikappi Soroti Pernyataan Mendag Zulhas Soal Harga Cabai: Salah Berlogika

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memantau harga-harga kebutuhan pokok di Pasar Klender SS, Jakarta Timur, Rabu (22/6). (Sariagri/Dwi Rachmawati)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 24 Juni 2022 | 16:35 WIB

Sariagri - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyoroti pernyataan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang menyampaikan bahwa harga cabai yang melonjak merupakan bonus bagi para petani.

Wakil Sekretaris Jenderal Pembinaan dan Pendidikan Pedagang Pasar DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Ahmad Choirul Furqon menyayangkan pernyataan yang disampaikan oleh Mendag Zulhas. Menurutnya hal tersebut tak seharusnya diucapkan oleh seorang Menteri.

"Kami sangat menyayangkan pernyataan Menteri Perdagangan Bapak Zulkifli Hasan. Entah itu diniatkan guyonan atau tidak. Jangan hibur pedagang atau petani dengan logical fallacy atau kesalahan berlogika," kata Furqon melalui keterangan tertulisnya, Jumat (24/6/2022).

Ikappi mengungkapkan bahwa masalah harga cabai yang melonjak tidak semudah seperti yang dijelaskan oleh Zulhas. Menurutnya, permasalahan di lapangan jauh lebih rumit dan sebenarnya perlu ditangani sangat serius. Dia menjelaskan bahwa sebenarnya harga dari para petani normal dan tidak ada kenaikan signifikan.

"Kami sedikit banyak berdiskusi dengan beberapa petani, mereka mengatakan harga dari petani normal, bahkan tidak ada kenaikan yang signifikan. Informasi itu juga telah diafirmasi Mentan beberapa hari yang lalu. Jadi apabila terjadi kenaikan harga yang tidak rasional, berarti ada masalah besar di jalur tengah, yaitu rantai distribusi pangan," ungkapnya.

Baca Juga: Ikappi Soroti Pernyataan Mendag Zulhas Soal Harga Cabai: Salah Berlogika
Mendag Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok untuk Ramadan dan Lebaran Aman

Menurutnya, ketidaknormalan harga pangan, seperti cabai memberikan efek domino. Sehingga apabila tidak ditangani dengan serius akan merugikan pedagang yang ada di hilir.

"Harga yang tidak normal di pasar saat ini tidak selayaknya ditanggapi dengan selorohan bercanda. Apabila permasalahan ini tidak segera diatasi di tingkat hulu, maka akan memberikan domino efek ke sektor usaha di hilir," tuturnya.

Video Terkait