Saat Mendag Bandingkan Harga Pangan RI & Singapura, Minta Rakyat Mengerti

Pada kunjungan itu, Mendag Zulhas turut membeli langsung bahan pangan seperti cabai, daging ayam, tempe dan daging sapi di lapak pedagang dengan uang tunai. (Sariagri/Dwi Rachmawati)

Editor: M Kautsar - Minggu, 26 Juni 2022 | 22:30 WIB

Sariagri - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan kenaikan harga pangan di Indonesia terbilang lebih rendah di tengah situasi memanas konflik Rusia-Ukraina. Usai memantau secara langsung harga pangan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (25/6), dia pun turut membandingkan harga-harga pangan di dalam negeri dengan di Singapura.

Zulkifli menyebutkan harga beras di Indonesia berkisar Rp10.000 - Rp12.000 per kilogram jauh lebih murah dibandingkan harga beras di Singapura mencapai Rp32.000 per kilogram.

Kemudian dia menyebutkan harga daging ayam di Indonesia Rp38.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan di Singapura mencapai Rp128.000 per kilogram. "Daging ayam kita Rp38.000 per kilogram, Singapura kalau beli ayam Rp128.000 bisa di google aja tanya, jauh sekali bedanya ya," ucapnya.

Lebih lanjut, Zulkifli mengatakan harga daging sapi di Indonesia Rp140.000 per kilogram, masih lebih murah dibandingkan di Singapura mencapai Rp170.000 per kilogram.

Beralih ke komoditas hortikultura, Zulkifli menyatakan harga rata-rata cabai merah keriting di Indonesia saat ini Rp60.000 - Rp70.000 per kilogram, cabai rawit merah berkisar Rp85.000 - Rp90.000 per kilogram, masih lebih murah dibandingkan harga cabai merah keriting di Singapura mencapai Rp113.000 per kilogram.

Tak hanya itu, Zulkifli juga membandingkan harga bawang putih. Di Indonesia, rata-rata harga bawang putih, kata Zulkifli, sekitar Rp30.000 per kilogram jauh lebih murah dibandingkan di Singapura mencapai Rp60.000 per kilogram.

"Lebih mahal memang dia dibandingkan tetangga sebelah. Jadi artinya harga itu karena ada perubahan, dunia memanas ini pangannya naik. Kalau di Barat (Eropa) harga naik 10 persen, kita antara 3 persenan," tuturnya.

Menurut Zulkifli, pemerintah sudah banyak mengeluarkan subsidi hingga Rp500 triliun, termasuk di dalamnya untuk subsidi pangan.

Di berujar, jika harga pangan terus ditekan rendah maka dipastikan keuangan pemerintah akan terguncang dan pembangunan infrastruktur bisa terhenti.

"Mau subsidi naik, pemerintah bisa kolaps, sekarang Rp500 triliun lebih untuk subsidi, hayo, nanti kalau dinaikkan lagi kita nggak bisa bikin jalan, nggak bisa apa-apa lagi," ujarnya.

Baca Juga: Saat Mendag Bandingkan Harga Pangan RI & Singapura, Minta Rakyat Mengerti
Wamendag Minta Pemda Pastikan Kestabilan Harga Pangan



Dia pun menghimbau agar masyarakat bisa memahami kondisi saat ini di mana mayoritas harga pangan naik.

"Selain itu pemerintah juga masih mengeluarkan bantuan langsung tunai (BLT) Rp300 ribu, bantuan-bantuan itu banyak, nah itu maksimal yang pemerintah lakukan. Jadi saya kira kalau dijelaskan terbuka apa adanya, saya percaya rakyat kita pintar, dan bisa mengerti. Susah, artinya susahnya sedikit tapi bareng-bareng," tandasnya.

Video Terkait