Belum Paham PeduliLindungi, Warga Masih Beli Minyak Goreng Pakai KTP

Masyarakat beli minyak goreng curah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. (Antara)

Editor: Dera - Rabu, 29 Juni 2022 | 22:30 WIB

Sariagri - Pedagang minyak goreng curah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, masih menerima KTP sebagai syarat pembelian, karena masih banyak pembeli minyak goreng curah yang belum memahami pemakaian aplikasi PeduliLindungi.

Salah seorang pedagang di Pasar Kramat Jati, Handika mengatakan para ibu rumah tangga yang rata-rata berusia senja kesulitan saat diminta memindai barcode PeduliLindungi yang terpasang di tokonya saat ingin membeli minyak goreng curah.

"Banyak yang tidak bisa, kan beliau-beliau sudah tua, kata mereka, pakai KTP saja ya. Kalau yang beli yang muda-muda mah mengerti," kata Handika, saat di temui di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (29/6),

Karyawan Toko Family 2, Ganjar, juga mengatakan, para pembeli yang rata-rata berusia senja lebih memilih menyerahkan foto kopi KTP atau bersedia difoto KTP-nya agar bisa membeli minyak goreng curang seharga Rp14.000 per liter atau Rp15.000 per kilogram sesuai HET

"Kalau seumpama yang masih muda-muda sudah tahu aplikasi. Kalau ibu-ibu kan kebanyakan megang HP, tahunya cuma SMS sama telpon," jelas Ganjar, seperti dilansir dari Antara. 

Pemilik toko Japang, Agus, mengatakan sejak Senin (27/6) hingga Rabu (29/6) ini, pelanggan yang membeli minyak goreng curah dengan memindai aplikasi PeduliLindungi kurang dari 40 orang.

"Tiga hari ini paling cuma 40-an orang yang beli pakai PeduliLindungi, yang beli kebanyakan tidak mengerti, sama tidak bawa HP (gawai)," kata Agus.

Sementara itu, salah seorang pembeli di Toko Handika, Diah tidak keberatan dengan aturan baru tersebut, tetapi dirinya mengaku tidak terlalu paham dengan penggunaan aplikasi melalui telepon pintar.

"Saya sih ikut saja, mendukung saja (aturan baru) ini, tapi saya tidak mengerti makai HP-HP sekarang, jadi saya (masih) makai KTP," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan aplikasi PeduliLindungi menjadi syarat dalam membeli minyak goreng curah. Sosialisasi dan masa transisi kebijakan ini dimulai pada hari Senin (27/6) hingga dua minggu kedepan.

Baca Juga: Belum Paham PeduliLindungi, Warga Masih Beli Minyak Goreng Pakai KTP
Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Ini Kata Pedagang



Selanjutnya, semua transaksi minyak goreng curah akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Video Terkait